Mali
April 21, 2008 at 3:23 p | In worry with single "R" | 24 CommentsNamaku Wori, dan ini adalah buku harianku, yang kuberi nama Worry with single “R”.
Aku berumur 16 tahun, dan aku baru saja mendapatkan menstruasi pertamaku.
Terlambat memang,
tapi bukankah ada pepatah yang mengatakan :
“lebih baik terlambat dari pada tidak sama sekali“
Aku menyukai seorang lelaki bernama Mali, Dia keturunan Padang-Cina.
Setelah hanya berani saling melirik, dan senyum malu-malu selama 2 tahun,
Mali memberanikan diri untuk datang malam minggu.
Tetapi sebelum hal itu terjadi, Mali meminta ijin lebih dahulu, dengan sepucuk surat yang isinya :
To Wori,
Sudah 2 tahun ini, Aku memandang wajahmu dari kejauhan.
Sudah 2 tahun ini aku mengagumimu dari kejauhan.
Boleh nggak Mali datang ke rumah malam minggu ini, jam 7:30 malam?
Empat kali empat enam belas
Sempat enggak sempat harus di balas
Surat yang aneh,
tapi karena aku juga sedang jatuh cinta sama Mali, surat ini akan aku bingkai.
Mali datang ke rumah malam minggu, jam setengah delapan kurang. Jantungku rasa nya berdebar-debar seperti sedang berdetak, lah?!
Aku dan Mali duduk di teras, menghindari pembicaraanku dan Mali didengar oleh Bune.
Sebenarnya, aku yakin kalau malam ini Mali akan mendeklarasikan perasaannya kepadaku.
Aku memang dukun, benerkan? Mali mengungkapkan perasaannya.
“Ri.. boleh numpang ke toilet?? Pengen pipis nih!”
“Aaarrggghhh…”
Selesai menunaikan ibadahnya Mali duduk sambil terlihat malu-malu.
“Ri, maaf ya lama. Aku sekalian pup tadi!”
“Aaaaaarrrrggghhh.!!!”
Aku ngambek, karena Mali belum juga menggungkapkan perasaannya, masak sih aku duluan?
Aku kan perempuan, mana aku belom pernah pacaran sebelumnya. Mali tahu gelagatku, tak lama setelah aku menunjukkan muka Nini Pelet, Mali mengeluakan suara dengan nada serius.
“Wori, Mali mau ngomong serius.”
“Pengen pipis lagi??”
“Bukan!”
“Pengen pup lagi?”
“Bukan”
“Lupa nyiram toilet?”
“Udah kok, cek aja!”
“Terus mau ngomong apa? “
“mmmm Wori.. Mali sayang sama Wori, udah lama malah sayangnya”
mukaku berbinar-binar, lalu dia melanjutkan :
“Wori sayang sama Mali nggak?”
“ah masak sih..” *pasang tampang bengong yang keliatan banget dibuat-buat*
“iya Wor.. mau nggak Wori jadi pacar mali?”
“mmmm Wori minta waktu ya” *sok jual mahal padahal ngebet*
“Jangan lama-lama ya Wor! Jadi kapan Wori mau jawab?, Atau, besok Mali kesini lagi?”
“Oh, jangan besok.. jangan… enggak perlu selama itu kok! Wori cuma butuh waktu 2 menit”
“oOo”
“Iya deh, kita pacaran”
“Horeeeeeeeeeee!!!”
Dua tahun masa pendekatan yang panjang akhirnya terbayar. Aku dan Mali akhirnya pacaran. Kita mengikat janji sehidup semati, enggak akan tergoda dengan orang lain, bakal tetap bersama apa-pun yang terjadi.
Sebulan kemudian..
Bune baru pasang telepon baru waktu itu. Aku telepon Mali.
“Mali.. kita putus yuk!”
“Ha?? Kenapa?”
“Aku lagi benci sama semua orang, titik!!”
Bune : “Wori.. kalau PMS jangan marah-marah terus donk.. tuh soptek kamu di kamar mandi belom di buang!!”
note : thanks to om Goop yang menyempurnakan EYD di tulisan acak kadul ini
24 Comments »
RSS feed for comments on this post. TrackBack URI
Leave a comment
Blog at WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.

hiii…
menjijikkeun…
masa lupa dibuang
Comment by goop — April 21, 2008 #
lah…. nama nya lupa om…
Comment by ulan — April 21, 2008 #
huahahaha
bener-bener emosi tidak terkendali
tapi jadi mikir, apa mutusinnya gara-gara ada telpon baru ya?
Comment by itikkecil — April 21, 2008 #
huhuhuhuhuu… mutusin nya karena mali lupa mbuang soptek mbak..
eh…
Comment by ulan — April 21, 2008 #
wehhhhhh… segitu amat tuh pms
Comment by kucingkeren — April 21, 2008 #
iya mbak, PMS plus belom gajian..
Comment by ulan — April 21, 2008 #
makin dahsyat tulisannya
ah paman itu emang luar biasa…
Comment by edy — April 21, 2008 #
paman Goop??
iya emang paman yang satu itu EYD nya Mantap..
hehehhe
Comment by ulan — April 21, 2008 #
@edy
woi…
kau kan dulu suka memberikeun saran padaku…
ah kura-kura dalam perahu nih
mbak ulan, kalau mau saran yang lain, bisa sama mas edy juga, hihi
Comment by goop — April 21, 2008 #
terima kasih suhu…
saya akan berkelana lagi
doakan saya suhu..
*bawa koper*
*bawa pancinya suhu*
*bawa kompor gas nya suhu*
*bawa henpon nya suhu*
*bawa leptop nya suhu*
saya berangkat suhu..
*lariiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii*
Comment by ulan — April 21, 2008 #
waduh… kok sebulan? tapi mendinglah daripada ga pernah sama sekali dan hanya menebak2 apa si dia juga ada perasaan
Comment by fenfen — April 21, 2008 #
hihihi… cerita yang aneh :p
tapi menyenangkan yah… waktu jadian
Comment by nRa — April 21, 2008 #
ehem…
ulan telah kembali..
dengan segudang cerita yang nano-nano..
[rame rasanya :mrgreen ]
ehem…
apa bener soptek itu harus dicuci dulu sebelum dibuang?
Comment by deteksi — April 21, 2008 #
Usul tante, habis Mali, tar ada Binta dan Sampoer. Jadi kan lengkap nama hotel-hotel shortime nya
Comment by Wong Goblok — April 22, 2008 #
bener2 lupa ya??
Comment by hanggadamai — April 22, 2008 #
gileee… masa pendekatan dua taon bo’, cuma tahan sebulan doang. kasihan si mali.
Comment by galih — April 22, 2008 #
liar banget ceritanya..
Comment by tukangkopi — April 22, 2008 #
Ulaaann..mbok ya jangan jorok lah!!DAsar kamuh!!huhuhu..
Comment by stey — April 22, 2008 #
@wong goblok…
dasarrrr guooblokkk bwakakakakaka…
Comment by irdix — April 22, 2008 #
mbak ulan.. ceritanya bagussssss… :p out of reach deh..
Comment by irdix — April 22, 2008 #
uapik critone..
lucu, sante, ga mbulet, ngalir..
kayaknya aku musti blajar banyak dari cara u nulis..
Comment by ndop — April 22, 2008 #
duh kenapa musti sebut merk seh
lagian bukane si wory pake nya laurier
Comment by funkshit — April 23, 2008 #
untung bukan gw pacarnya….ampun dah
Comment by vespa — May 8, 2008 #
“Lan.. kita putus yuk!”
“Ha?? Kenapa?”
“Aku lagi benci sama semua orang, titik!!”
“Aaaaaarrrrggghhh.!!!”
begitu sampai klimaks langsung selesai., BTL.
uuuffhhhhh…lega.
Comment by inidanoe — June 25, 2008 #