Maris
December 1, 2008 at 3:23 p | In worry with single "R" | 103 CommentsNama ku wori dan ini adalah buku harian ku yang aku beri nama Worry with single “R”, saat ini aku berusia 29 tahun.
Aku sedang menyukai seorang lelaki bernama Maris, seorang laki laki yang sudah aku amati selama lebih dari setahun belakangan ini.
bune tau aku sedang suka dengan laki laki ini, karena Maris bertempat tinggal tidak jauh dari rumah ku.
Bune sering memergoki aku mengambil foto laki laki itu secara diam-diam, atau memandang lekat lekat pada foto nya, bahkan saat Maris lewat aku cepat cepat lari ke jendela untuk mengintip nya
Suatu hari bune mengajak aku duduk dan mengajak aku bicara,
bune menyarankan aku untuk bilang langsung perasaan ku ke Maris, karena dari situ aku akan tau Maris menyukai aku atau tidak,
dan aku setuju dengan usulan bune.
Pada malam berikut nya aku datang ke rumah Maris, berbincang bincang pada orang tua nya, lalu meminta waktu untuk bicara dengan Maris berdua saja, Maris sedikit bingung, karena selama ini aku jarang sekali bicara dengan dia.
Aku mengutarakan perasaan tertarik ku pada Maris yang sudah setahun lebih ini, aku mengutarakan apa saja yang telah aku lakukan saat tertarik pada nya, aku mengutarakan bahwa aku sering mengamati dan mengambil foto nya secara diam diam.
Maris tersenyum dan mengatakan merasa tersanjung dengan rasa ketertarikan ku, dan mengijinkan aku mengamati juga mengambil foto nya, tapi Maris tidak bisa melanjutkan rasa tersanjung nya, dia tidak sedang menyukai ku juga tidak sedang ada perasaan pada aku, dia minta maaf dan aku pulang.
Sampai nya di rumah aku melihat Jhon dan bune sedang berbincang di ruang makan, seperti nya sedang membicarakan perasaan suka ku pada Maris, saat aku lewat bune dan Jhon berhenti bicara, aku hanya tersenyum lalu berlalu masuk ke kamar.
Mungkin bune dan Jhon tau apa yang sedang terjadi, rumah lalu kosong, aku mendengar pintu di tutup dari luar,
hening..
seperti nya mereka kerumah Maris dan bicara pada ibu nya Maris.
sepuluh menit kemudian pintu terbuka lagi, Jhon dan ibu mengetuk kamarku,
Mata mereka seperti mencari cari sesuatu saat aku bukakan pintu kamar, aku tau apa yang mereka cari, aku tau apa yang mereka khawatirkan, aku menjelaskan pada mereka kalau aku sedang tidak minum, atau menggunakan narkoba dalam bentuk apa pun, juga sedang tidak melakukan percobaan bunuh diri.
Wajah mereka terlihat lega dengan pengakuanku, lalu aku persilahkan mereka masuk dan melihat sendiri, kalau aku hanya sedang main beachlife di pc ku.
Jhon sedikit tidak percaya begitu juga dengan bune, jadi aku hanya bilang
“kenapa kalian kira aku akan melakukan hal-hal bodoh??, aku hanya sedang kehilangan satu orang yang tidak pernah mencintai ku, tapi Maris kehilangan satu orang yang benar benar mencintai dan perduli dengan nya”
Jhon dan bune kembali ke meja makan.
103 Comments »
RSS feed for comments on this post. TrackBack URI
Leave a comment
Blog at WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.

ya ya.. kadang orang begitu bodoh dengan melewatkan begitu saja kesempatan yang ada.. kesempatan dicintai oleh orang lain yang peduli
Comment by chic — December 1, 2008 #
BTW tan,
kira2 umur 29 tahun ada yang foto diam-diam
begitu ya? kaya lagunya New Found Glory
Hmm.. Good word
Comment by Eru — December 1, 2008 #
aku selalu mbaca tapi ndak pernah komens mbak.. males kalo jarus di bawah top 3 komengs..
komennya: bagus.
yawes mbak aku cuman mau komen itu aja.
Comment by Fatima Alkaff — December 1, 2008 #
enggg.. mbak.. kalo bisa tokoh ndak penting kaya Maris di”bunuh” aja mbak.. kayak sinetrons2 itu loh.. *genit*
Comment by Fatima Alkaff — December 1, 2008 #
duh, jadi tiga nih komennya.. maap lho mbak..
oia, biar ga nambah2 lagi cuman mau bilang.. aku kangen kamu mbak.. .emwah.
Comment by Fatima Alkaff — December 1, 2008 #
@ mbak Chi :
iya kali ya mbak.. tapi kalo enggak cinta gimana donk mbak..
@ mbak Fath :
huaaaaaaaaaaaaaa… dirimu ada disini juga, jadi kapan buat blog nya?? fans nya kan udah banyak tinggal blog nya tuh ayo di buat..
Comment by ulan — December 1, 2008 #
Paksa saja si Maris untuk mencintai jg. kalo perlu sambil bawa bom
Comment by *hari — December 1, 2008 #
Wah, baru tau, ternyata bu polwan jagoan nulis fiksi
Comment by galihsatria — December 1, 2008 #
wahahaha.. perasaan setelah di tolak yang keren ..
Comment by funkshit — December 1, 2008 #
hidup ini indah.
Comment by septa — December 1, 2008 #
cinta tidak harus memiliki…
karena ternyata memiliki pun belum tentu mencintai…
halah,
Comment by Epat — December 1, 2008 #
ada pepatah bilang … cinta di tolak dukun bertindak … xixixi
Comment by aRai — December 1, 2008 #
kehilangan satu orang yang benar benar mencintai dan perduli dengan nya, sungguh aku tak ingin mengalaminya.
Comment by nirmana — December 1, 2008 #
mungkin Maris cuma butuh waktu untuk bener-bener pulih dari keadaan sebelumnya
*curcol*
Comment by edy — December 1, 2008 #
wedew, masalah cinta
saya lom pengalaman hehehe
jadi komenknya cuma segini doloe
Comment by nara — December 1, 2008 #
wah sangat menarik kisahnya. salam kenal
Comment by AgendaKOTA — December 1, 2008 #
Layla bejahna cen mwantep bwanget., tob mwarkotob. . .
skali lg., tulisanmu mencerahkanku mbak
Comment by inidanoe — December 1, 2008 #
maka jangan berhenti mencintai, barangkali Maris, atau siapa yang mendengar melodi itu, pasti akan mengerti. semoga
Comment by goop — December 1, 2008 #
emang Njenengan asli pakai narkoba? bercanda kok ikut2 bune ama jhon..heee
postingnya mantap untuk awal bulan..
Comment by Jerry — December 1, 2008 #
“…aku hanya sedang kehilangan satu orang yang tidak pernah mencintai ku, tapi Maris kehilangan satu orang yang benar benar mencintai dan perduli dengan nya…”
Closing yang bagus. Teruslah menulis, Bu, yang kentir maupun yang serius.
Comment by Pen the Man — December 1, 2008 #
waaahhh …
jd inget jaman SMP dulu…aku pernah nembak cowok. trus di tolak..hahaha…rasanya biasa aja … bebal..banyak cowok laen…hehehe
Comment by ichaawe — December 1, 2008 #
“aku hanya sedang kehilangan satu orang yang tidak pernah mencintai ku, tapi Maris kehilangan satu orang yang benar benar mencintai dan perduli dengan nya”
ya..ya..ini dia..kata kuncinya
Comment by Alex — December 2, 2008 #
Ceritane bagus ndak,
ditolak mmg bukan akhir dunia.
Setuju ama closingnya
Comment by Ries — December 2, 2008 #
Lha kamu kok gak diajak makan, Lan???
Comment by sapimoto — December 2, 2008 #
aku suka quotation nya …
“aku hanya sedang kehilangan satu orang yang tidak pernah mencintai ku, tapi Maris kehilangan satu orang yang benar benar mencintai dan perduli dengan nya”
Comment by suprie — December 2, 2008 #
cinta tak berbalas…
Comment by itikkecil — December 2, 2008 #
kayak katanya jason mraz, life is wonderful…..
Comment by aziz — December 2, 2008 #
ahhh.. ikut lega.
*kembali ke meja makan*
twist-nya oke.
Comment by sofianblue — December 2, 2008 #
Bertepuk sebelah tangan…
Comment by jensen99 — December 2, 2008 #
Bagus mbak…
Cinta kadang tak selalu harus memiliki…
Comment by redesya — December 2, 2008 #
Kasihan maris. Sumday dia akan menyanyikan lagu sheila on 7, yg terlewatkan..
Comment by Latree — December 3, 2008 #
terus menulis mbak, bagus kok
Comment by Panda — December 3, 2008 #
lom tahu rasanya jatuh cinta atau suka seseorang nih. gimana rasanya yack?*gubrak!*
Comment by gadis rantau — December 3, 2008 #
kayak lagunya caffeine….
Comment by okta sihotang — December 3, 2008 #
Aku suka dengan tulisanmu Lan. Bisa membuka isi kepala dan tergagap. Menarik!
Comment by Yoga — December 3, 2008 #
ceritanya menarik…seru…
Comment by Zulfahri — December 3, 2008 #
Bisa jadi sebuah kegagalan adalah sebuah keberuntungan..
Comment by jafis — December 3, 2008 #
sebenarnya maris ga salah.
gimana dia mau cinta wung dia ga pernah kenal dekat dengan wory. cinta tumbuh karna sering ketemu. salah wory sendiri ga “ngenalin diri”.
kok jadi dukung maris ya
Comment by agung — December 3, 2008 #
Hahahahaha.
Ini beneran yah..
Wah, kasihan deh..
Moga aja ada Maris lain yg mampir dihati…
Comment by Jay — December 3, 2008 #
xixixixixi bagus mbak ceritanya…
Comment by yokeiju — December 3, 2008 #
iya yah..
dia kehilangan orang yang benar-benar mencintainya.
gak papa, kita bisa belajar saling mencintai kapan saja dan dengan siapa saja
Comment by oskar — December 3, 2008 #
udah gak usah putus asa, kalau Maris gak mau.. masih ada abang disini .. masih single koq
gak beda jauh gantengnya sama Maris
(dukun mode : on)
Comment by oskar — December 3, 2008 #
just say: salam kenal!
Comment by dhianofie — December 3, 2008 #
mbak
saya reallylife
nyambung ngga ya???
Comment by Reallylife — December 3, 2008 #
kasian bener si maris, ya
Comment by warmorning — December 4, 2008 #
Mencintai dan dicintai?? Pasti ada gantinya deh…. apalagi kalau berusaha…. nggak bakalan rugi…. apalagi kalau ini bukan pengalaman yang pertama kalinya!
Comment by Yari NK — December 4, 2008 #
aku hanya sedang kehilangan satu orang yang tidak pernah mencintai ku, tapi Maris kehilangan satu orang yang benar benar mencintai dan perduli dengan nya
kata-kata yang indah mbak?
Comment by bocahiseng — December 4, 2008 #
Yang penting sih ikhlas,
Ikhlas mencintai…
Ikhlas dicintai…
Tapi juga harus ikhlas kalo ditolak…hehe…
Emang susah kalo harus ikhlas…ilmu yg amat sangat berat…
Comment by Laki-laki Biasa — December 4, 2008 #
……..aku hanya sedang kehilangan satu orang yang tidak pernah mencintai ku, tapi Maris kehilangan satu orang yang benar benar mencintai dan perduli dengan nya”
hahaha… dalem banget kata2nya.. i love that words, trully!
Comment by kucingkeren — December 4, 2008 #
ualan tu pinter crita ya,,,,menarik lagi,sip lah…
Comment by nung — December 4, 2008 #
mbak…
kangen kamu…
loph u mbak…
mmmuuuaaaahhh
Comment by inidanoe — December 4, 2008 #
Udah …
Tutup bukunya …
Forget Maris …
Cari yang lain …
Masih banyak kok …
(yes memang tak semudah kata-kata …)
(Tapi juga bukan suatu yang mustahilkan ?)
So … kalem chuy …
Comment by nh18 — December 4, 2008 #
kadang-kadang, kita baru menyadari betapa pentingnya sesuatu yg telah lepas dari genggaman kita.
Comment by yudhiapr — December 4, 2008 #
damn……
numpang ngasih komen sampah….
salam kenal…
Comment by geRrilyawan — December 4, 2008 #
endingnya itu lo mbaaak,
ajiiiib banget!!!
Comment by ndop — December 4, 2008 #
maris..
hohoho..
*jadi pengen malu*
Comment by Irdix — December 5, 2008 #
wah..untung ga sampe bunuh diri…
Comment by info resep — December 5, 2008 #
salut deh…biasanya jaman skrg anak2 cewe kl di putusin ato ditolak cintanya, kl ga minum baygon, racun hama, gantung diri, dll. ga berpikir dulu kali sblm ngelakuin. di kepalanya cm terngiang kata “cinta”
Comment by casual cutie — December 5, 2008 #
[...] memiliki, mencintai 3 hari lalu (2/12) saya membaca sebuah entri di blognya ulan, judulnya Maris. Cerita sederhana tentang cinta yang bertepuk sebelah tangan. Walopun tidak happy ending, tapi [...]
Pingback by Cuma pecundang yang bilang begitu! « JenSen99’s Weblog — December 5, 2008 #
selamat makan, jon bune..
jgn lupa cuci tangan
Comment by kniapril — December 5, 2008 #
Good story, memang cinta tak harus memeiliki.. semangat wori
Comment by brokethesoul — December 5, 2008 #
Bagus tuh.
Comment by Rian Xavier — December 6, 2008 #
syukur lah wori masih sempat mengutarakan rasa ketertarikkannya kepada moris… ya!!! paling gak satu atau dua tahun lagi mungkin si moris balik jatuh cinta mati pada wori
Comment by ario saja — December 6, 2008 #
kadang kita cuma mikir dari ketakutan-ketakutan perasaan kita sendiri
mungkin cinta butuh magic
Comment by utchanovsky — December 6, 2008 #
BISA JATUH CINTA JUGA KAMU YA. DITOLAK JUGA. HEHE. SEDIH. TAPI TIDAK JUGA. DATAR AJA. PADAHAL CINTA SETAHUN INI. WANITA YANG ANEH.
Comment by demonzbabtizm — December 6, 2008 #
ini kali yang dibilang cinta sejati, yang juga tak harus memiliki…
ah jadi teringat lagunya Yovie n the nuno….
mantap dah buat mbak ulan, ceritanya keren poul…
Comment by aRuL — December 7, 2008 #
sungguh menggugah!
Comment by pudakonline — December 7, 2008 #
hmmm, bertepuk sebelah tangan Niyh..??
sukses aj deh
Comment by aCist — December 9, 2008 #
yah gak ada lagi deh orang yang melihat foto maris berjam-jam lagi
Comment by catra — December 10, 2008 #
baca di pojok diyem diyem……
Comment by ansella — December 11, 2008 #
Semoga Funkshit bisa seperti ini, amin…
*akirnya kembali ngeblog*
Comment by Goenawan Lee — December 11, 2008 #
Ini cerita beneran apa cerita karangan?
*bingung mode on*
Bagus aku sampe penasaran selanjutnya gimana?
Comment by arqu3fiq — December 11, 2008 #
*ikut ke meja makan*
Comment by ciwir — December 11, 2008 #
yang penting sudah tahu sama tahulah…..
kalau memang belum jodo yo cari yang lain, nothing to lose ae…
Comment by Ndoro Seten — December 12, 2008 #
tulus….cinta tak mengharap…..
hmmmm….masih adakah cinta sejati seperti maris?
Comment by abeeayang — December 12, 2008 #
cinta… aku cinta siapaa… siapa cinta akuuuu…
*peluk2 ulan*
Comment by Fenny — December 12, 2008 #
salam hangat dari Komunitas Blogger KalSel
Comment by soulharmony — December 14, 2008 #
Cinta itu identik dengan telor. Karena cinta itu buta. Buta itu mata. Mata itu bulat. Dan, bulat itu (seperti) telor. he..he..
Salam kenal yaw….
Comment by Ullyanov — December 15, 2008 #
TUT WORI HANDAYANI kah ????
Comment by mantan kyai — December 17, 2008 #
ternyata si maris telah melewatkan “SATU BMW” yang lewat menghampiri untuk mengajaknya pergi bareng..
apakah maris mau menunggu “FERRARI” yang mengajaknya pergi, atau malah “BAJAJ” ??
— halah, komen opo kok malah aku gak mudeng —
Comment by mierz — December 19, 2008 #
nice story…
Comment by mohammad (mo) — December 19, 2008 #
MAAF ya..??
ngga pengen komen neh…
knjungan perdana
So, Salam Kenal aja…
Comment by ifoell — December 20, 2008 #
sialan…
guwe menitikkan ait mata…
semangat yaaah…
“sesungguh nya yang engkau sukai itu belon tentu baik untukmu, sedangkan yang engkau benci belon tentu jelek untukmu” … (lanjutannya lupa)
Comment by nyurian — December 20, 2008 #
::lan, bukannya terlalu terburu-buru menetapkan “maris kehilangan orang yang mencintai dan peduli dengannya”, untuk memantapkan bicara kepada maris saja ulan butuh 1 tahun pengamatan, sedangkan maris…, mengapa tak membiarkan maris, mulai memikirkan pernyataan ulan itu kepadanya, meski sudah diawali dengan pernyataan “maaf aku tak tertarik padamu…”…karena pendengaran tadi akan menempati salah satu ruang pada kepalanya..sebelum meresap ke hatinya…
Comment by zal — December 21, 2008 #
Tenang cari lagi!
Comment by juliach — December 21, 2008 #
Apa kita harus mencintai orang yang mencintai kita?
Comment by aprian — December 22, 2008 #
loh… komen gw mana ya? *siaran ulang aja* jhon dan bune makan apa? pedes gak?
Comment by ichanx — December 22, 2008 #
Bagus juga ceritanya. =)
Comment by Rian Xavier — December 22, 2008 #
ceritanya bikin saya terharu, teringat masa kecilku.
http://kesunyianku.wordpress.com/narsis-ah/
baguss banget ceritanya.. nanpir yooooooo
Comment by susilo bambang yudhoyono — December 22, 2008 #
Wah, ceritanya sangat menarik nih.
Comment by Edi Psw — December 23, 2008 #
AAAAAAPPPPDDDDEEEETTTTTTTTTTT…..!!!!!!!!!!!!!
Comment by kucing — December 23, 2008 #
ahh..begitu ya..saya baru menyadarinya sekarang…
*baru kemarin ditolak cewe* hahahaha..
thx mbak ulan!!!
Comment by kita — December 24, 2008 #
^_^ Menarik sekali ceritanya…!! Thanks… speechless. Terutama kalimat terakhir yang merupakan inti topik yang ingin disampaikan.
Comment by insansains — December 25, 2008 #
updateeee… dasar malas..
Comment by irdix — December 28, 2008 #
Kabur ^,_,^
Comment by Irdix — December 30, 2008 #
Selamat Tahun Baru
Comment by Anggara — December 31, 2008 #
Hmm… ada hikmah yang bisa diambil tuch
Comment by Gyl — January 2, 2009 #
hidup mariss
Comment by warm — January 2, 2009 #
aahh … bagus banget kata2nya … jadi inget masa lalu, hehehehe
Comment by Fenty — January 3, 2009 #
nice post
Comment by Laili — January 6, 2009 #
kekk keke kekekek, jadi inget masa lalu .., Gue dulu banyak nolakin cewek.., it’s good words…, I only was losing one mans who have never loved me, but Maris losing of one mans who correct is truth loves and care with him…..
Comment by Rhoe Rhoed — February 4, 2009 #
saya baca-baca ini posisi cowok dan cewek, korban dan pelaku, kebalikan dari cerita “Gig”
Comment by mastein — February 10, 2009 #
Aku jg baru aj di tolak sm pria yg diam2 sdh ku cintai selama 2 tahun ini. Tapi aku gak malu, soale lebih baik sprti itu drpd berdiam diri trus menanti tak jelas. Mending ngomong deh biar kita bs move on trough this life hehe….
Comment by arytama — April 13, 2009 #