Rasakan..
November 12, 2009 at 3:23 p | In lucu | 12 CommentsSebelum kau melabeli aku,
ini..
aku pinjami kau baju ku,
aku pinjami kau sepatu ku,
aku pinjami kau kacamataku,
aku pinjami kau tempat tidur ku
kupinjami kau hati ku
dan ini otak ku,
pakailah
lalu berjalan lah di jalan ku,
duduk lah di bangku ku,
bercintalah dengan kelaminku
dan ceritakan padaku apa yang kau rasakan..
12 Comments »
RSS feed for comments on this post. TrackBack URI
Leave a comment
Blog at WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.

hmmmmmmm…. coba di kirim ke Jakarta Lan, nanti tak ceritain rasanya..
Comment by Chic — November 12, 2009 #
yahhh………..yah………
pertamax diambil mbak cici..
huuu
hahaha
Comment by nana — November 12, 2009 #
hihihi … terus terus ?? ceritanya ada yang ngeremehin perempuan nih ?? :p
Comment by Fenty — November 12, 2009 #
mbak… mbak… tulisan sangat menarik, tapi maksudnya emang seperti itu? pasrah?
Comment by aRuL — November 12, 2009 #
rasanya…. aneh! kan biasanya gondal gandul, lha kok menjadi lubang buaya? he ke ke
Comment by detx — November 12, 2009 #
waduh… opo iku
Comment by udzi — November 13, 2009 #
saya pinjam bajunya aja deh…
*komentar macam apa ini…*
Comment by itikkecil — November 13, 2009 #
ehm…sampai saat ini saya masih normal. Jadi buat ngerasainnya rada kurang berminat. ada pilihan lainnya nga?
Comment by Ina — November 13, 2009 #
fascinating, ahh mba ulan memang selaluh
Comment by luvaholic9itz — November 15, 2009 #
saya ga mau yang terakhir euy…terlalu ekstrem…:lol:
Comment by frezyprimaardi — November 16, 2009 #
hmm…jadi gimana rasanya?
Comment by AngelNdutz — November 17, 2009 #
pelabelan memang kadang kejam, tanpa empati. tapi ada juga pembelaan diri, dalamnya hati kan ndak ada yang tau, jadi pelabelan sudah tentu sebatas penampakan luar. dan dibantah lagi sama yang dilabeli, kalo sudah tau ndak bisa ngukur ya ndak usah ngasih label. *ruwet*
Comment by mas stein — November 23, 2009 #