Dimana switch lampu sorot nya?
May 10, 2012 at 3:23 p | Posted in lucu | 4 CommentsKau yang terbiasa menjadi pusat dunia, terbiasa dilihat berjuta mata, terbiasa menerima cinta cuma cuma
Aku yang terbiasa disudut ruangan, terbiasa menyendiri, terbiasa dengan sepi, terbiasa tanpa cinta
Aku takut mendekatimu, takut lampu sorot mu menyilaukanku, takut berjuta mata itu sinis memandangku, takut cinta ku tak berguna
Aku takut menyeretmu kesudut ruangan, takut gelapnya menggundahkan mu, takut sepi nya mencekammu, takut cinta ku tak cukup menerangimu
Walau aku sangat ingin menyandingmu, bukan di bawah lampu sorotmu, bukan pula di sudut gelapku, tapi kita tak punya tempat lain.
Jadi, kurasa memang disini kita seharusnya, kau di tengah ruangan sebagai pusat dunia, dan aku menunggumu dibalik pintu. Berharap kau tak lupa ada yang menunggu.
4 Comments »
RSS feed for comments on this post. TrackBack URI
Leave a Reply
Blog at WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.


Wow, keren, njeng.
Mesti karya Ulan selalu membuat aku and piko berimajinasi.
Pesan, kalo dibalik pintu lama, jangan lupa pakai kursi, nanti kram, njeng.
Nice Njeng..
Comment by Jerry Gogapasha— May 11, 2012 #
jadi..?? siapa yang ada di tengah ruangan dengan sinar benderang? dan siapa yang ada dibalik pintu teronggok menunggu?
keren Mbem tulisanmu..!!
Comment by bedhesbiroe— May 11, 2012 #
Keduanya tentu saling membutuhkan. Cinta itu menambah yang kurang dan mengurangi yang lebih.
Sudut ruang gelap memerlukan pancaran sinar untuk menambah terang supaya tak jatuh tersungkur. Sinar berlebih memerlukan ruang gelap untuk keseimbangan pancaran supaya pemancar sinar menyadari bahwa tak ada artinya sinar tanpa adanya ruang gelap. Jika semuanya terang, sinar tiadalah berguna.
Comment by zulhaq— May 17, 2012 #
sudah mulai kehilangan sentuhan? mungkin lebih baik tidak bahagia sendiri ketimbang tidak bahagia bersama orang lain. tapi bahagia lebih baik bersama orang lain. jika kau tidak bisa bahagia bersamanya, doakan yg terbaik untuknya, dan kembali ke sudut dgn tidak bahagia
Comment by penuhingintahu— May 28, 2012 #