HUNTING “TUHAN”

January 25, 2007 at 3:23 p | Posted in lucu | 55 Comments

“Dibutuhkan, cepat!! “Tuhan”
dengan ketentuan :

  1. sepemikiran dengan ku,(berarti rada edan..)
  2. kalau bisa berjenis kelamin lelaki, tampan, bertubuh atletis, (supaya bisa di bangga-in)
  3. modern!!, (meng-halal-kan dugem, meng-halal-kan jack daniel, meng-halal-kan rok pendek dan tank top, tapi meng-haram-kan poligamy, poligini,dan poliandri eh.. (mikir..) poliandri halal aja deh..
  4. pemaaf (jadi kalau aku salah tetap masuk surga..)

dulu waktu aku umur 16-18, hidupku seperti gelombang pasang yang nggak pernah tenang,
mencari peng-aku-an, mencari jati diri (walaupun maksud jati diri itu sendiri sampai sekarang aku nggak “ngeh”)
hampir setiap hari berantem dengan orang tua demi kebebasan, dan persamaan perlakuan ke kakak2 ku yang lain
yang nota bene mereka lelaki semua.

di usia 18-21 gejolak itu seperti gelombang badai tsunami, karena jauh dari orang tua semua nya seperti
banteng liar yang dilepas dari kandang,

sekarang setelah terasa lebih tenang, setelah merasa menemukan “jati diri” (lupa nemu dimana),
eh.. malah nyari yang lebih dahsyat.. “Tuhan”

Dengan tidak mengurangi kepercayaan kepada Agama (<<klik di sini) yang diwariskan orang tua ku tercinta,
aku mulai mencari pembenaran, tentang “Jalan” “mendekati” Tuhan yang aku tempuh,
aku merasa nggak rela “sekonyong-konyong” menyandang “Muslimah” tanpa mencari,

mulai dari melihat orang-orang yang memeluk agamanya masing-masing,
melihat kelakuan buruk (baca: kampungan), aku mulai meragukan kredibilitas “Agama
manapun dalam mendidik moral umat nya,

ok aku maklum mungkin mereka awam, sama seperti ku (sedang “mencari”)
lalu aku mempertimbangkan pemuka agama untuk aku amati,
aku tertegun, ternyata banyak dari mereka yang (menurut ku) bejat juga..

ok aku maklum lagi,mereka juga manusia..
selanjut nya aku menilik orang -orang yang berpindah agama,
jangan-jangan mereka udah ketemu Tuhan duluan,
lah… aku tertegun untuk kedua kali, kenapa kebanyakan cuma karena mau nikah??
dooooh…

banyak forum-forum debat yang sudah mempengaruhi ku, banyak blog, banyak kitab suci,
dan aku menemukan “nya” (baca : bukan Tuhan)

Tuhan..
sekarang sampai saat ini (berarti suatu waktu bisa berubah)
aku meng-ibarat-kan :
seperti einstein (akan saya umpamakan “Tuhan” bagi e=mc²)yang menciptakan e=mc² (saya umpamakan seperti manusia yang diciptakan Tuhan)
einstein = manusia
e=mc² = rumus
aku sama sekali nggak melihat kesamaan antar einstein dan e=mc²
tidak ada satu hal pun dari e=mc² yang berkorelasi dengan einsten “the creator
tidak ada satu pun kebiasaan einsten sebagai manusia yang menurun ke e=mc² sebagai hasil ciptaan nya
einsten bernafas, tapi e=mc² tidak,
einsten makan, tapi e=mc² tidak,
einsten bercinta, tapi e=mc² tidak,
satu-satu nya hal yang tergambar tentang einstein dari e=mc² adalah: “einstein genius”
untung nya aku tau einstein itu manusia
coba kalo enggak, trus aku membayangkan einsten dengan panduan E=mc² nya,
jangan-jangan aku berfikir kalo einstein itu juga rumus..

sudah selesai..
persoalan yang menyangkut agama, aku kembalikan pada agama,
aku tidak lagi meng-argumentasi-kan dengan kemampuan nalar ku,
karena bisa-bisa aku menuntut agama sesuai dengan selera ku,
aku tidak lagi mencari Tuhan,
aku tidak lagi mencari mana Agama yang paling benar,
percuma mencari Tuhan melalui ciptaan nya,
aku tetap setia dengan Agama warisan orang tua ku,

“semua laki-laki di ruangan itu meng-klaim mereka pernah berhubungan dengan Laila,
tapi cuma Laila lah yang tau siapa yang berhubungan dengan nya”

55 Comments »

RSS feed for comments on this post.

  1. Bwakakaka….

    gw pass deh kalo kriteria ketiga masih poliandri (buset dah.. kulempar perak mentah sekilo tau rasa..) kan ga adil.. poligami ga boleh tapi poliandri boleh begitu pula sebaliknya, kalo emang dah ada niatan, mending kawin di dolly aja ato cari GGL di FS-FS..😛 , ga usah pake nikah. Ehhehehe.. :p

    Tuhan yah ? dicari mulai dari israel, arab, kutub utara ampe ke galaxy andromeda pun ga bakal ketemu dah.. cari di dompet, ntar pasti ketemu (^^,) (kyaakyaa..)

    yang jelas, ada dan tiadanya DIA juga susah kalo didebatin, apa lagi ditemukan.

    mo gimanapun, pikiran yang sehat mesti tunduk pada adat dan tradisi yang sehat pula..

    duitsana incorporesano.. dalam dompet yang sehat terdapat orang yang sehat pula.. (*mikir..* kok aq jadi materialistis gini yah ?)

    Ehhehehe.. buset..buset..buset.. isu..isu..isu..

  2. GOD damn!!! Ini bikin sendiri? dahsyat…
    Tapi mungkin kita jangan pernah bertanya Tuhan ada apa gak? Bisa gila buat cari jawabannya.
    “Dulu ada cerita tentang sebuah kelas yang didatangi seorang ‘nista’. Dia berkata, “Kalian percaya Tuhan?”
    Mereka menjawab, “Percaya!!!”
    “Okey…Tuhan itu apa?”
    “Maha Pemberi…Maha Pengasih, bla…bla…bla…”
    “Kalo memang Tuhan Maha Pemberi, bisa Dia ngasi permen sama kalian?”tanya pria itu.
    “Bisa!!!!”
    “Coba, saya mau lihat Tuhan ngasi permen sama kalian…”
    “Ya Tuhan…Kami minta permen…”ucap anak2 dikelas itu polos…

    1 detik, 1 menit, 1 jam…tidak terjadi apa-apa. Padahal mereka sudah bicara hingga berbuih…

    “Nah, coba kalian minta permen sama saya.”
    “Pak minta permen…”

    lalu pria itu serta merta memberikan permen…

    “Nah, siapa yang lebih hebat? Tuhan atau saya…?”
    “Bapaak…!!!”

    Kita semua tau itu adalah hal salah untuk di buktikan…Tuhan tidak bisa dijangkau logika…Hanya bisa diyakini dan dirasa keberadaan-Nya…sama seperti cinta kasih…

    Well, DIA ada dideket kita kok kalo kita yakin…DIA ada disekeliling kita kalo kita percaya…Bahkan dalam tiap langkah dan nafas yang kita ambil tiap detik, DIA selalu ada…

  3. APAKAH TUHAN MENCIPTAKAN KEJAHATAN? (Kisah Nyata)

    Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada? Apakah kejahatan itu ada?

    Apakah

    Tuhan menciptakan kejahatan? Seorang Profesor dari sebuah universitas

    terkenal menantang mahasiswa-mahasiswanya dengan pertanyaan ini,

    “Apakah

    Tuhan menciptakan segala yang ada?”.

    Seorang mahasiswa dengan berani menjawab, “Betul, Dia yang menciptakan

    semuanya”. “Tuhan menciptakan semuanya?” Tanya professor sekali lagi.

    “Ya,

    Pak, semuanya” kata mahasiswa tersebut.

    Profesor itu menjawab, “Jika Tuhan menciptakan segalanya, berarti

    Tuhan

    menciptakan Kejahatan. Karena kejahatan itu ada, dan menurut prinsip

    kita

    bahwa pekerjaan kita menjelaskan siapa kita, jadi kita bisa berasumsi

    bahwa

    Tuhan itu adalah kejahatan.”

    Mahasiswa itu terdiam dan tidak bisa menjawab hipotesis professor

    tersebut.

    Profesor itu merasa menang dan menyombongkan diri bahwa sekali lagi dia

    telah membuktikan kalau agama itu adalah sebuah mitos.

    Mahasiswa lain mengangkat tangan dan berkata, “Profesor, boleh saya

    bertanya

    sesuatu?”

    “Tentu saja,” jawab si Profesor

    Mahasiswa itu berdiri dan bertanya, “Profesor, apakah dingin itu ada?”

    “Pertanyaan macam apa itu? Tentu saja dingin itu ada. Kamu tidak

    pernah

    sakit flu?” Tanya si professor diiringi tawa mahasiswa lainnya.

    Mahasiswa itu menjawab, “Kenyataannya, Pak, dingin itu tidak ada.

    Menurut

    hukum fisika, yang kita anggap dingin itu adalah ketiadaan panas. Suhu

    -460F adalah ketiadaan panas sama sekali. Dan semua partikel menjadi

    diam

    dan tidak bisa bereaksi pada suhu tersebut. Kita menciptakan kata

    dingin

    untuk mendeskripsikan ketiadaan panas.

    Mahasiswa itu melanjutkan, “Profesor, apakah gelap itu ada?”

    Profesor itu menjawab, “Tentu saja itu ada.”

    Mahasiswa itu menjawab, “Sekali lagi anda salah, Pak. Gelap itu juga

    tidak

    ada. Gelap adalah keadaan dimana tidak ada cahaya. Cahaya bisa kita

    pelajari, gelap tidak. Kita bisa menggunakan prisma Newton untuk

    memecahkan

    cahaya menjadi beberapa warna dan mempelajari berbagai panjang

    gelombang

    setiap warna. Tapi Anda tidak bisa mengukur gelap. Seberapa gelap suatu

    ruangan diukur dengan berapa intensitas cahaya di ruangan tersebut.

    Kata gelap dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan cahaya.”

    Akhirnya mahasiswa itu bertanya, “Profesor, apakah kejahatan itu ada?”

    Dengan bimbang professor itu menjawab, “Tentu saja, seperti yang telah

    kukatakan sebelumnya. Kita melihat setiap hari di Koran dan TV. Banyak

    perkara kriminal dan kekerasan di antara manusia. Perkara-perkara

    tersebut

    adalah manifestasi dari kejahatan.”

    Terhadap pernyataan ini mahasiswa itu menjawab, “Sekali lagi Anda

    salah,

    Pak. Kajahatan itu tidak ada. Kejahatan adalah ketiadaan Tuhan.

    Seperti

    dingin atau gelap, kajahatan adalah kata yang dipakai manusia untuk

    mendeskripsikan ketiadaan Tuhan. Tuhan tidak menciptakan kajahatan.

    Kajahatan adalah hasil dari tidak adanya kasih Tuhan dihati manusia.

    Seperti

    dingin yang timbul dari ketiadaan panas dan gelap yang timbul dari

    ketiadaan

    cahaya.”

    Profesor itu terdiam.

    Nama mahasiswa itu adalah Albert Einstein.

  4. @Erwan : WOW… cerita kamu bagus…
    tulis blog donk..

    @kamaleswara : emang kamu tuh matre’, yeeee… nggak ngaku!!

    @Tito : aku setuju!!!
    just fell it..

    • AKU NGEN BGT MA U PAH…………………….

      • AG GK BISA HIDUP TANPA PAPAH DISINI AGW KANGEN BGT MA U………………………………………………
        LOVE YOU PAPAH
        PAH AGW KNGEN BGT MA PAPAH……………………………..
        AGW GK BISA LUPAIN PAPAH KARENA PAPH CINTA AGW 4’ever

  5. gila ya… yang laen panjang panjang commentnya..
    kalo aku cukup dengan ” tumben lan, sedikit nggenah ( baca : berwawasan ) juga tulisannya.. hihihi…

  6. Tuhan??????
    jgn pernah berhenti mencarinya lan.
    karena kita merasa tau ttg dia
    padahal kita ga tau apa2

    aku sampe sekarang juga masi mencari n mencari.
    mgkin ga akan pernah nemu.
    tp biarinlah,,, daripada berjalan otomatis tnpa tau papa.

    kalo merasa udah nemu, kasi tau aku yahhh.
    (coz blogku juga penuh dg pertyaan ini)

  7. Tuhan??
    Wow.. hebat ulan dan temen2 yang lainnya.. ada Erwan dgn cerita bagusnya, ada kamaleswara juga Tito dan didid. hebat kalian semua masih mau mikir ttg tuhan dan agama. jarang2 bagi kita2 utk mikirin agama, apalagi tuhan. yang kita lakuin selama ini cuma sebatas pengakuan diri aja, tapi belum tentu juga di akui oleh yang punya agama (TUHAN), ya.. Dia Allah SWT, the only one we belive sebagai tuhan yang kita sembah.

    Jujur, kita sendiri juga kadang gak mikirin apakah sumpah kita pada tuhan udh kita jalani dgn benar, w’allahu alam.. cuma tuhan yang bisa menilainya.

    Agama yang kita anut, bukanlah warisan, tapi ajaran yang kudu harus kita pelajri dan dalami agar kita tidak tersesat. Agama ISLAM diturunkan kebumi ini gunanya untuk mendidik para umat manusia keluar dan bangkit dari kebodohan dan kegelapan. Lihat aja ayat pertama dari qur’an adalah IQRA yang artinya BACA. Jadi, umat manusia dari nabi adam dulu selalu dilanda kebimbangan dalam menjalani hidup, sehingga banyak ketimpangan dan salah kaprah dlm menjalani hidup di muka bumi ini yang telah diberikan Nya pd kita. sudh sedari dulu adanya perang, pembunuhan (Khabil dan Habil : anak Adam dan Hawa) yang memperebutkan wanita pasangan. Nah semenjak itu pula terjadilah kekacauan dan kejahatan, karena adanya sosok jin penggoda yaitu Iblis yang kita kenal sosok manusianya itu kita sebut setan.

    Untuk itu ISLAM turun dimasa nabi kita Muhammad SAW sebagai penyempurna umat di Bumi ini dlm menjalani hidup sesama manusia maupun terhadap sang Kholiq (Tuhan).

    Tuhan itu tidak perlu dicari karena dia tdk akan memunculkan wujudnya kpd manusia agar manusia itu tdk sombong dan malas. baca kisah nabi isa yang tdk kuat untuk melihat wujud tuhan kita. Tuhan itu selalu ada dekat dengan kita, sekalipun kita lupa kpd Dia.

    Nah, agama itu diturunkan untuk mengajarkan umat manusia kearah jalan yang benar, tergatung manusianya sekarang, mau belajar dan menjalankan atau cuma sekedar KTP doang. hehe.. jadi pencarian tuhan itu bukan untuk suatu hal yang berwujud, namun kepercayaan. kita bisa nemuin Dia hanya melalui jalan2 yang udh dia tentukan dan berikan melalui kekasih2nya yaitu para Nabi. Kalo kita udh bisa jalani itu semua, itu artinya kita sudh menemukan Tuhan. Ingat.. Tuhan itu tidak berwujud, jd jgn pernah membayangkan dan menggambarkan sosok Tuhan ya.. hehe.. bahaya.. itu dilarang keras oleh Nya..

    Yang terpenting adalah bagaimana kita hidup sesama dimuka bumi ini krn poin pahalanya 50% sebagai kunci menuju surga, dan 50% nya lagi adalah bagaimana kita hidup terhadap Nya (Tuhan).

    Sejak awal kita sudah bersumpah akan kesaktian kita pada Nya, yaitu mengucap 2x masyahadat “Asyhadualla ilaa hailallah, wa asyhaduanna muhammadarrasulullah”. Artinya aja udh berat bgt, “Aku bersaksi bahwasanya tiada tuhan selain Alla, dan Nabi Muhammad itu utusan Allah”. huh.. berat kan?? kita bersaksi, tapi kita tidak pernah ada melihat maupun menyentuh apalagi berbicara langsung terhadap kedua junjungan kita tersebut. nah.. itulah ISLAM agama kita, mudah tapi tdk bisa di gampangi gitu aja. Syahadat yang kita ucapkan itu dilakukan pada saat kita akan menghirup nafas alias hidup, sedangkan saat kita akan menutup nafas alias mati, kita juga harus mampu bersaksi dgn satu kalimat penutup yaitu “Laa ilaa Hailallah = Tiada tuhan selain allah”.

    Nah, sekarang bagaimana caranya kita memperkuat kesaksian2 kita itu?? agar tidak dicap saksi palsu pada saat persidangan di padang mahshar setelah kiamat kelak??? hayoo..

    Bingung sih.. jujur aku juga bingung untuk itu.. bisa putus saraf kita kalo mikirinnya.. apa yang bisa menadi bukti2 penguat kesaksian kita?? sedang kita nanti mati tidak lagi bawa apa2 kecuali amalan soleh selama didunia terhadp sesama, dan iman kita kepada yang diatas.

    Ternyata semuanya ada.. jawabannya ada.. dan itu julas bgt telah disebutkan pada awal kata2 Nya..

    Iya.. itu semua, jawabanya ada dalam Al-Quran dgn awal kata2 dlm ayat2 yang ada “BACA”. Sedangkan penuntunnya ada pada Hadist dan sosok panglima besar kita, rasul allah juga kekasih allah dan pemimpin umat.. Nabi Besar Muhammad SAW.

    Jadi untuk ulan dan yang lainnya, usahakan jgn terpengaruh apapun ya.. aku cukup senang ulan buka topic ini di Blog ulan. Dan ulan jgn sampe jd bingung dan salah pengertian tentang agama sebagai warisan atau ajaran dan pencarian sosok tuhan, krn tuhan itu tidak berwujud.. kelak mungkin nanti di hari setelah bumi dan alam semesta ini tiada lagi, tuhan mungkin akan dtg menemui kita dan memeluk kita sebagai umat Nya yang begitu disayang Nya karena kita mampu menjaga agama kita.. Amiin.. Jadi sedih hate ah.. hiks.. hiks..

    Hehe.. nikmati lah dunia ini sebagai anugerah yang tak ternilai dari Nya, namun jgn lupa untuk bersyukur dn saling memberi dan mengingatkan terhadap sesama kita.

    Dugem?? boleh.. tapi pandai2 jaga diri..

    Pakaian?? kalo bisa gunakanlah yang sepantasnya.. toh dgn menutup tidak akan mengurangi kecantikan dan keindahan diri kita.. yang penting isi dlamnya.. hati yang bersih.. hehehe..

    Pemaaf?? iya, tuhan selalu bersifat pemaaf sekalipun kita melakukan kesalah yang sangat fatal.. sekarang, bagaimana dgn kitanya? apakah kita bisa menadi pemaaf?? nah itu cuma diri kita sendiri yang bisa menilai dan menentukan..

    Buat Kamaleshwara, Rezeki itu akan selalu ada disaat kita mau berusaha, jadi dompet kita akan selalu berisi..

    Well, Tito.. nice to think like that.. just never end to make a wish and God always be closed with us..

    Untuk Erwan, suatu jawaban sicentist yang bagus untuk memahami ttg adanya tuhan..

    Didid, carilah tuhan itu dlm diri sendiri.. karena dia selalu ada dlm diri namun tidak bersentuhan dgn kita. arah jalanya ada dlm Qur’an sebagai peta dan rambu2nya.

    Otre.. otre.. semuga kita semua diberikan yang terbaik dari Nya untuk kembali lagi pada Nya.. Amiin..

    Udh ya.. keep smile and always be good all..

    Cheerssss…🙂,

  8. (Ralat)
    Tertulis “Kesaktian” seharusnya “Kesaksian”

    Tertulis “apa yang bisa menadi bukti2 penguat kesaksian kita??” seharusnya “apa yang bisa menjadi bukti2 penguat kesaksian kita??”

    Tertulis “menadi pemaaf??” seharusnya “menjadi pemaaf??

    *Red)

  9. gila.. gw dikira matre..

    *tonjok ulan pake guling yg biasa dipake ngiler*

    iya sih, gw matre banget ama yg namanya pahala tp boros jg ama dosa, hehehe.. jdnya mesti liat ke dompet, isinya pahala apa dosa mlulu.. *arrgh.. dosa..

    – Tuhan bilang gini ke gw..
    “aq invisible”
    hehehe.. maka aq kadang pengen jg jd invisible bwt nemuin dia di YM..

    -Ngerti?
    -engga yah.. yawda..

    bwakakaka.. good..

  10. *rame kayak blognya si”dia” yah mbak.

    @ayank aja wis: maz, lahir procot kita dah di-adzan-i loh (adzan : panggilan utk sholat -red-). Nah, meski kwajibannya pas udah baligh. Trus ada ayat yg kira2 gini “gunung2, tmbuhan, burung2, bahkan langit dan bumi pun bertasbih menyebutNYA”, lagi “bertasbihlah kau siang dan malam” hehe.. (øopps.. gw kan matre, kok bahas islam..)

    maaf..maaf..ampun maz-mbak..

  11. is that u?????
    percayalah Allah SWT itu ada…tp kita gak akan pernah liat….just feel it…
    mencari Tuhan??? ke ujung dunia pun, kita gak akan pernah nemuin sesosok manusia atau bahkan seonggok daging yang kasih tangan ke kita…dan memperkenalkan dengan …” kenalkan namaku Tuhan, yang kau cari…” kecuali para dajjal yang menjebak kita.

  12. @ayanx : wehhhh…
    makasih udah suka rela nulis panjang banget…. hehehhe…
    makasih penjabaran nya..

    @kamaleswara : emang nya enggak ya???
    wah salah dunk..
    iya deh ralat..
    kekekke

  13. @perempuan a.k.a Mirja :
    yuppy…
    just fell it..
    berdiri di puncak gunung, merentangkan tangan, merem…
    trus teriak…
    maling… maling… maling…
    kekekke

  14. buat ayanx = salut buat comment kamu, kamu sangat mencintai Islam dan Tuhan. Wow.. Cuma yg terganjal di pikiranku, sepertinya tidak ada agama ato kepercayaan lain selain Islam, setidaknya itu kesan yg aku tangkap dr comment kamu.. aku jd mikir, gimana pendapat kamu ttg orang yg tidak percaya dgn adanya Tuhan..?
    atau apa benar adanya kebebasan utk memilih agama bagi suatu individu..?
    apakah benar kita “memilih sendiri” agama yg kita “yakini” sekarang ini..?
    bukankah itu hak asasi manusia yg paling pribadi/hakiki..?
    sekali lagi aku salut utk penjabaran kamu..

  15. Wah…. kayakna comment-nya da terlalu banyak nie….
    so u are the lucky girl…
    banyak bangeeet yang care ma kamu di FS ini non…
    selamet ya…..
    so Update teruss dech nie blog…
    tapi yang aku salut dari kamu….
    kata2 loe itu hebaaaat bangeeet chay…..
    sweaaar aku ajungi 10 jempol dech buat kamu……
    chay…….
    ga usah coba nyari Tuhan dech mending nyari aku aja dech….
    hehe…..

    Miss u chay……

  16. sebuah tulisan yang “ulan bangetzz,..

    dan aku tahu kedalamnya tidak hanya sampai disitu saja😀

    mungkin kalo di explroe lebih lanjutt,.. lebih dahsyat,..

    tapi ulan tau diri,..
    dan ulan telahtahu jai diri,..

    so enjoy aja dech :p

  17. fact about Tuhan:

    – aq pernah baca kalo fact-nya bulan dulu pernah terbelah (science fact) -dulu pernah dibelah ama the Prophet SAW-
    – browse wikipedia
    – segede apa bumi dibanding jupiter? (dilihat dari voyager yg orbit ke tatasurya -bukan orbit ke bumi-)
    – prnah lihat foto galaxy nebula dgn cosmic eventsnya?
    – gmn bimasakti?

    sifat2 ALLAH SWT jangan hanya di-bumi-kan dong..
    DIA tak terkira…

  18. http://i73.photobucket.com/albums/i230/ugal-ugalan/b9fab687.jpg
    Waaah mbak mikirnya kejauhan tuh,Dianya aja nyantai ngatur kehidupan yg ga kekal ini,udah jgn kejauhan gitu mikirnya ntar kakinya pegel2,mata kunang2,migren,idung meler,cairan kuping pada netes,HIV mungkin hiiiii….,ato yg lagi tren flu burung hakhakhak…mending mikirnya gni aja klo mang kmu ngerasa Tuhan itu berjenis kelamin laki2,coba kmu mikirin klo Tuhan berjenis kelamin perempuan hallah..malah makin ngaco neh…mending gni aja deh klo emang Dia jauh wat kmu mending kmunya aja yg ngedeketin Dia,Dia pasti seneng koq palagi kmuna cakep hallah…aduh…(sambil megang kepala..) koq ngejitak seh…??ampuuuunnn….

  19. @Wira : woooo… ada apa nih?? tumben kamu tertarik dengan blog??, makasih dah di perhatiin blog nya.. (jadi merasa ini blog istimewa.. (hayah..))

    @qhebo : iihihihihih…
    nyari kamu dimana??
    emang nya kamu ilang ya??
    ntar deh aku masukin jawa pos, bagian orang ilang..

  20. @zaniesh : << bener nggak sih spell nama kamu??
    aduh makasih banget… aku anggab itu pujian..
    jadi pengen malu…

    @kamaleswara : bravo !!!
    wikipedia maniac!!!
    marilah teman2, sebangsa setanah air, mari beramai-ramai, menambah masukan di wikipedia berbahasa Indonesia,
    (ketauan nggak bisa bahasa laen.. kekeke…)

  21. @bagja : jadi nggak usah di cari nih??, heheheh…
    udah pensiun “nyari Tuhan” kok, sekarang nyari kerjaan aja deh..
    ADA YANG MAU NGASIH KERJA JADI CEO NGGAK???

  22. hehee….ternyata mbak ini udah ‘ngerasa’ dia berdiri krn drnya sendiri
    yg ptg km dah gede, mak lo jg udah ‘ngajari’ km apa2 yg baik, skrg hdp tuh plhan: mo mnghtmkan jln sndri silakan, mo menerangi jln sndr gpp…
    gw dah stj aja ma comment tmn2 km yg laen…….
    kpn nih hunting ‘setan’???

  23. gubrak.. tiap ‘ngaca’ ku ketemu ma setan.. ga nyari lg deh..

    hehehe..

    nie lg hunting fsckedp.. duh ngelu..

    cape deh.. hehehe..
    eh mbak, kok tau aq ga bisa buka wiki bhs spanyol..

  24. bro..
    istighfar…
    yakin lah dengan apa yang lo yakinin..
    Tuhan itu untuk di percaya bukan untuk di cari
    seperti kapan lo mau mati, emang lo tau..
    itu bukti bahwa semuanya yang ada di dunia ini sudah ada yang ngatur
    lo boleh merencanakan apapun, tp lo kan ga akan tau apa rencana lo akan berhasil/ngga sebelum rencana lo terealisasi…
    gw juga suka jack d, gw suka chivas, gw suka absolut vodka…dan gw YAKIN !!! Tuhan itu ada…

  25. *Kamaleshwara istighfarnya setiap liat setan.. Jd pas ‘ngaca’ deh*

    pdhal ‘kacanya’ dimana-mana.. semoga diampuni..

    amin 3x.

  26. fuihhh, byk yg ngasi komen. ga ngikut2 wes. takut salah mendefinisikan Dia. karena mnrut aku Tuhan tuh banyak, sebnyak kepala manusia yg mendefinisi2kannya.
    yasudlah wes lan.
    selamat mencari Tuhan buat kita masing2.

  27. @Faisal : weeee…. tunggu dulu (nyari… nyari… )
    berdiri sendiri?? emang ada dari tulisan di atas yang bilang aku berdiri sendiri??
    mas faisal yang baik..
    coba di baca lagi blog nya baik-baik..

    menghitamkan??
    maksud nya??

    apa menurut mas faisal aku tuh sekarang Atheis??

    woooo…lah trus dari mana asal nya semua ini??
    lah masak sih moro-moro mak jemunuk??

    siapa sih ulan berani-berani hidup sendiri??
    Tuhan tuh apa sih??
    selain nama pemberian dari kita yang nggak ada apa-apa nya ini untuk “Dia” yang buat semua??

    cari setan??
    hehehheh…
    setan mah murahan.. nggak usah di cari dah dateng-dateng sendiri..
    kekekke

  28. @kamaleswara : aduh..
    untung kemaren waktu di ajak ketemu aku pura-pura jual mahal,hehehhe
    jangan jangan ntar pas ketemu aku pingsan lagi..
    hehehehhe…

    @ichwan : mmmm…
    tapi suatu hari kamu juga harus mengkaji apa yang udah di wariskan dari orang tua,

    aku yakin sebagian besar orang orang indonesia mendapatkan pertama kali agama nya dari orang tua,bener nggak??

    setelah kamu besar,setelah kamu bisa berfikir, emang nya nggak pengen tau, gimana promisi agama lain dalam menyediakan travel ke surga??

    jangan mau donk di kotak-in, di dikte tentang sesuatu yang sangat²… (apa ya??) pribadi lah..,

    orang tua juga bisa salah kan, orang tua manusia juga kan (kecuali kalo kamu hercules sih..)

    kalo mau nguatin iman, kamu harus jalan-jalan..
    kalo mau tau arti nya rumah, kamu harus pergi jauh dulu ninggalin rumah,(bukan pindah),
    tau kan maksud aku..

  29. @mas didid : setuju…
    makanya di akhir blog, ulan nulis kalo “persoalan yang menyangkut agama, aku kembalikan pada agama,
    aku tidak lagi meng-argumentasi-kan dengan kemampuan nalar ku,
    karena bisa-bisa aku menuntut agama sesuai dengan selera ku”

    semua di balikin aja deh sama Yang Maha Mengatur, semua orang meng-klaim kalo agama nya yang paling benar.

    ulan..
    ulan mengklaim Tuhan yang paling benar..
    CMIIW..

  30. @Wira :
    Kebebasan tiap insan untuk memilih jalannya itu udh ada sejak jaman nabi dahulu. itu tertera pada seuatu surat yang salah satu artinya “Agama Mu (adalah) Agama Mu.. Agama Ku (adalah) Agama Ku..”

    Kita sebagai umat pengikut panglima besar kita Nabi besar Muhammad SAW, punya kewajiban yang diwariskan, yaitu BERDA’WAH.. yaitu menyiarkan tentang khasiat dari agama terakhir yang diturunkan sebagai agama penyempurna dari agama2 yang sebelum2nya telah diturunkan.

    Kita tidak boleh sama sekali untuk menghina atau mencela agama2 yang lain yang pernah diturunkan melalui nabi2 sebelum nabi muhammad saw. Kenapa? karena agama2 (ajaran2) tersebut juga merupakan dasar dari terjadinya ajaran agama ISLAM terbentuk, dan sudah barang tentu ajaran2 itu serta aturan2 yang ada pada agama2 tersebut juga asal muasalnya dari Allah SWT melalui nabi2 sebelum Muhammad. Hanya saja, menurut ajaran yang kita telah pelajari.. ada sedikit melenceng dari yang seharusnya yang itu semua dari ulah para pembesar2 umat pada saat itu, yang banyak kita kenal dengan istilah Raja, Peramal, Paranormal dan Pejabat2 kerajaan saat itu guna kepentingan diri sendiri. Jadi sebenarnya, murninya dari ajaran2 seperti Budha, hindu, Kristiani itu semua juga dari tuhan yang sama yang kita sembah sekarang melalui rasul2nya ada Nabi Isa as, Ibrahin as, Nuh as, Musa as, dan banyak lagi, kalo aku gak salah hitung berdasarkan pendidikan yang aku terima ada sejumlah 25 Nabi.

    Nah, apabila mereka tidak mau hijrah ke Islam, itu hak mereka dan kita tidak boleh memaksa, kita cuma berkewajiban memberitahu saja. Selebihnya itu hak mereka yang menentukan.

    Masalah agama, perbuatan dan segala hitungan pahala dan dosa itu semua urusan Allah semata, dan kita tidak bisa menggugat itu. Jadi baik buruknya mereka pun itu nanti jadi urusan Allah, bukan kita. Jadi kita tidak boleh semena2 dgn mereka2 yang memiliki pemikiran berbeda dgn ajaran yang kita anut. Justru kita diwajibkan untuk tetap rukun, karena mereka juga adalah ciptaan Allah. Seluruh dan semua Ciptaan dari Allah, baik dan buruk, jahat maupun baik.. tetap harus kita hormati dan hargai.

    Nah untuk yang hanya percaya pada ajaran Kepercayaan aja (Atheis), itu aku gak gitu ngerti.. tapi kembali lagi pada sunnah nabi dan seluruh yang diajarkan nabi pada kita, yaitu hormati org lain, juga pada kepercayaan yang di anutnya. Nabi juga pernah mendo’akan org mati yang itu bukan islam, Kala itu mayat tersebut lagi di bopong beberapa orang untuk dikuburkan dan lewat didepan nabi. Dan pada saat itu juga nabi mendo’akan orang yang mati tersebut agar bisa diterima allah segala perbuatan baiknya walopun yang mati itu non-islam pada saat itu. kenapa nabi bisa berbuat seperti itu?? sedang itu bukan umatnya?? alias bukan islam.. hayoo.. mengapa??

    Nabi berbuat seperti itu karena nabi menghormati jasad dan roh yang lewat kala itu sebagai makhluk ciptaan Allah yang merupakan tuhan yang kita sembah sekarang. Nah dari situ aja kita udh bisa ambil sedikit pelajaran, bahwasanya antar sesama kita harus saling berbuat baik walopun itu mereka tidak se-agama dgn kita.

    Kerukunan itu lebih indah terasa dari pada bermusuhan. hanya saja kita kudu harus jaga diri, jaga dari apa yang dilarang. Haram tetap haram.. halal tetap halal.. jangan ada arsiran dintara kedua hal itu. itu kudu harus mantap di diri sendiri. hehehe.. berat? gak kok kalo kita bisa iklas.. hehe..

    Untuk kebebasan kita memilih agama, itu adalah hak diri kita sendiri.. ingat.. di hadapan Allah kita hanya maju sedniri, tdk ada yang bisa bantu, termasuk juga orang tua kita.. hanya amalan saja yang bisa bantu kita. jadi orang tua itu adalah temapat kita bernaung di dunia ini, dan kasih sayang mereka adalah hutang kita kepada allah nanti di padang mahsyar saat kita di Hisab (di hitung). Untuk itu, apabila kita yakin pada satu ajaran yang menurut nalar, logika dan spiritual kita benar, cobalah untuk yakin pada hal itu. dan jangan lupa konsultasikan pada yang berwenang dibidangnya seperti guru maupun ustadz ditambah Qur’an dan Hadist atau pendeta bagi yang non muslim.

    Kita berhak memilih sendiri dengan konsekwen akan menanggung sebab akibatnya sendiri. Tapi lebih dari itu, tuhan punya kuasa.. kembalikan saja pada Dia semata.. yakin akan adanya dan selalu menjaga dan membantu serta melindungi kita.

    @Kamaleshwara :
    Iya mas.. saat baru lahir kita di Azankan pada telinga kanan dan di Khomat ditelinga kiri. Hal itu dilakukan untuk menyambut kehadiran Ruh Muhammad yang dihembuskan Allah pada sosok raga kita saat bayi. Di perdengarkan adzan itu agar kelak kita terbiasa mendengarkannya, namun 2x Syahadat itu tetap harus kita lakukan kala kita sudah mengerti dengan pola pikir kita yang terbentuk setelah melewati masa balita. Biasanya itu saat kita udh masuk sekolah. Ingat.. Islam itu buat mereka2 yang pemikirannya udh mengerti, bukan buat yang blm mengerti. Makanya adanya aturan akhir baligh, karena pada saat akhir baligh itu kita udh dianggap dewasa untuk bisa menanggung semua yang kita pilih. Makanya, surga akan selalu terbuka bagi mereka2 yang tidak punya pikiran normal seperti Orang gila, Bayi dan Anak kecil yang blm akhir baligh.

    Untuk yang udh sampai pada balighnya, segerakan ucapkan 2x syahadat dgn sungguh2 karena itu merupakan sumpah kita dlm memeluk agama islam. Bagi yang non-muslim mungkin lain lagi.. masing2 punya aturannya.

    @Ulan :
    Tengkiyuuu atas ucapannya.. dan juga untuk semua.. semoga kita semua tetap dalam lindungan dan limpahan rahmat Nya..

    Amiiin..🙂

  31. @ayank ooh.. gitu..😀

    kirain karena saat itu -ruh- kita sudah dipanggil untuk segera beribadah n bersujud (eh bayi ga bisa sujud.., hmm.. trus.. mestinya sujud gimana yah? oh iya.., mau ga mau kan mesti “bersujud”) menghadapnya.. (^^,) wah ‘dangkal’ banget pemahamanku brarti.. matur sembah nuwun untuk penjelasannya yang gamblang… n mas.. aq pernah tau yah.. kalo setiap hembus nafas itu pemberianNYA, brarti setiap saat itulah kita mati.😀 -by: mbuh-

    – ah.. kamaleshwara cuma omdo –

    *kaburrrr*
    jalan ke belakang.. jabat tangan sama setan, peluk iblis, ciumin diablo, trus liatin ayam bakar.. *kayaknya enak -ngiler- wah.. makan dulu ah.., tendang setan karena mo ikutan, jitak si iblis karena colek2 ayam bakarnya, banting si diablo karena mlototin orang makan.. (eh sorry, dasarnya si diablo matanya melotot)..*

    @ulan weleh.. ntar baca yang judulnya *berkaca pada orang lain.. + Alone in the dark = yang ga penting* di blognya bapak-angkatnya TUJEL.. ehhehehe..

    – rasanya kayak bapak-angkat TUJEL berusaha jelasin ke TUJEL bahwa “Aq lagi maem Sayur bayam.. kamu ga bisa maem ini”

    -nb: uhhmm ngomong “yang itu” bukan buat ulan-

    miaw..

  32. @Ayanx : makasih kembali..
    amiennnn

    @kamaleswara : TUJEL!!!!
    weks… mana url nya??

  33. *miaw* TUJEL lari dengan penuh nafsu membara.. (pingin cakar2 kursi.. kuku2nya dah gatel banget)

    url ? ah ga penting.. di catatan bpkna TUJEL, alias blog……….nya.. bawah.. bukan.. masih bawah lagi.. kanan dikit.. kebanyakan!!.. iya.. teruss… NAH..!!

    yup disitu.. baca biar mengenal bokapna TUJEL😀

    *poli-miaw*

  34. @kamaleswara : enggak tau duduuuuuuttt.
    dimana itu???
    kasih tau dunk…
    ibunya tujel siapa??

  35. hiks… TUJEL mah masi cari ibu-angkat.. kalo bibi-angkat sih ya si lindhu Kaur Rumah-tangga.

    nah.. url yah.. ntar.. nie buka2 dari hape pas nongkronk diwarunk..

  36. Hunting Tuhan
    mengena dan menyentuh tapi tidak adil kalo hanya kaum cowo yang di hunting ttp harus ada kaum cewe nya donk, biar dia juga bisa mem-bangga-banggain kemolekakan dan keseksian serta kesemokannya bahkan merasa kesenangan jika kaum cowo melototi tubuhnya dari betis ampe hidung bangirnya.
    Aku mungkin termasuk yang menjadi hunting tuhan karena 4 syarat yang ditentukan semuanya masuk except no 3 ( mungkin belum atau akan )tetapi kita mesti pasrah apa yang akan terjadi ya terjadilah mungkin aku rada gila atau emang sudah gila dengan apa yang berbau agama yang membuat kita pusing dengan segala ketentuannya, jadi persetan dengan agama yang selalu dijadikan sebagai pembenaran, menurutku jadilah dirimu sendiri untuk menjadi orang baik, orang bijak, jangan mencari tuhan karena tuhan selalu memperhatikan kita bahkan semua sudah dijadikan god hunted nya jadi kita pasrah saja apaun agamanya apapun kepercayaannya jalan terus jangan terpengaruh oleh oleh orang lain

  37. @kamaleswara : kasih tetangga aja deh, jadi khawatir atas kesejahteraan si Tujel kalo kamu yang jadi bapak angkat

    @pak Onno : wey… si “Raja dugem”, ples “Raja SPG” ternyata bisa komen tentang Tuhan, wah, ini mah nama nya penomena, biasa nya kalo ada cewek yang di telpon pake greeting nya “samlekom”, langsung deh nggak jadi di…. (sensor)
    hehehhe…

  38. Tuhan……
    ga bisa bilang apa² selain bilang dia adalah maha segala galanya………..
    Karena agama gw masih belum mantep banget, jadi gw cuma bisa komentar kalo gw percaya dengan semua apa yang ditetapkan dan digariskannya.
    Sebagaimana gw percaya dengan rukun islam dan rukun iman.

  39. @Sulis : teruskan perjuangan mu Bro….

  40. si TUJEL tu gendut skrg, dulu emang kurus pas nemunya..

    tp sebagai perempuan dgn bodi semlohai, tinggi n jenjang dan wajah tirus, kayaknya dia jd idol temen2nya..
    ‘si cewe elite’ dia badan harum shampoo n bersih selalu.. tp sial banget, kmrn dia bunuh seekor waletku.. bad girl..

  41. @kamaleswara : huahuahuah.. berarti kamu harus menentukan pilihan tegas tuh..
    tujel atau walet!!!

  42. wadoooohhh… ngomong apa lagi kie…

  43. @zni mazni: enggak ngomong apa-apa kok, emang kederan suara ya?? aku ngetik kok..

  44. *iya nih.. kedengeran*

    -suaramu menggema di hatiku.. halaaahhh… – (^^,)

    *pilih dua-duanya*

    aq kan penyayang binantang imut2..
    aq sayang ulan juga.. jadi…

    ehhehehhe… *kaburrr*

  45. Tuhan akan menemui kita dengan CaraNYA sendiri, dengan MauNYA Sendiri, pada Waktu yang dipilihNYA sendiri. Tuhan itu sederhana. Ia lebih sederhana dari yang paling sederhana. saking sederhananya, sehingga kita perlu waktu lama untuk mengerti bahwa IA sangatlah sederhana.

  46. @kamaleswara : jadi aku binatang imut² donk..
    awas lu ya..

    @Mujib : :):):)
    thanks anyway..

  47. Mwehehhehee..

    kan enak… :p :p :p

  48. kebetulan gw lg search by google n gw ke cemplung di tempat ini. seru juga!!!!! mungkin kalo diliat dari cerita lo bisa dibilang hampir sama, sama gw. gw juga lagi “HUnting Tuhan” kl kriteria yg lo ajuin lucu juga menurut gw

    kriteria 1 (edan) jgn dong masa Tuhan Edan juga sama ky lo, setidaknya Dia harus waras so kl lo “edan” nya lg kambuh Tuhan bisa ngebimbing Lo.

    kriteria 2 (berjenis kelamin ya) mm..mm jgn lah kl Dia punya jenis Kelamin berarti ada nafsu juga dong, kl nantinya ga terbendung gimana? menurut gw lebih baik jgn deh.

    kriteria 3 (modern) menurut gw Dia bisa diajak modern kok dan Dia ga pernah kan mengatakan “haram ttg dugem,jackdaniel, rok mini, poligami n poliandri” dalam Kitabnya

    kriteria 4 (pemaaf) waduh kl yg ini c ga usah diragukan lagi, Dia sangat pemaaf, walaupun sesalah apapun kl dia mau masukin lo ke Surga bisa aja asal maaf lo tulus n ga akan ulangin kesalahan lo lagi

    Lagi cari Tuhan ya!!! kl dari comment yg ada, sebetulnya Dia ada dan kalo mau dilihat wujud-Nya mm..mmm. tentunya ga bisa dilihat sembarangan dan kasat mata karena Dia merupakan wujud yg istimewa. tentu dengan usaha yg sungguh2. ada kok caranya Sungguh indah yg pasti

    sorry bkn nya gw mo sok tahu tapi gw juga lagi dalam tahap belajar, ya itu mungkin salah satu perjalanan hidup gw yg patut gw syukuri

    haris (haris_arianto@yahoo.com) add gw donk!!!!!

  49. @Kamaleswara Irdi Nata : enak apa nya??

    @Hariezz : waaa… gimana kalo kita cari bareng.. bareng mas.. sekarang aku lagi nyemplung juga nih…

  50. TUHAN MAHA EGOIS

  51. Tuhan begitu dekat dengan kita seperti Lensa Mata yang menempel dimata kita, saking dekatnya kita tidak MELIHATNYA pada Lensa yang menempel, untuk melihatnya kita tidak bisa melihat langsung kita bisa melihatnya lewat KACA, kita perlu mengaca pada lingkungan kita agar melihatnya, kita akan merasakan ada Lensa Mata ketika merasakan mata kita perih dan berair akhirnya kita sadar ada lensa mata di mata kita, agar tidak perih kita kasih cairan lensa mata. Kesedihan dan kepedihan itu perlu karena kadang hal itu menyadarkan kita adanya Tuhan yang akhirnya kita harus “menyamankan” diri dengan tetes-tetes cairan doa.

    Jangankan Tuhan (yang bukan materi), lensa mata yang menempel pada mata kita aja.. yang jelas-jelas untuk melihat kita tidak mampu melihatnya, untuk melihatnya kita perlu berkaca, begitu juga Tuhan untuk melihatnya kita melihat dari apa yang bisa kita lihat…

    hehehe.. penting gak sih…

  52. Carilah, maka kamu akan mendapatkan. Mintalah, maka kamu akan diberi. Ketuklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.
    Carilah Tuhan, bukan agama. Agama itu cuma bikinan manusia. Tuhan apa yang masih butuh agama untuk berbicara pada manusia ciptaannya?
    Kalau ada yang bisa membawa manusia kembali ke asalnya, aku yakin hanya Tuhan yang bisa, bukan agama.
    Pencarian fakta dan dogma agama hanya akan berujung pada kenaifan dan kesempitan berpikir. Tapi pencarian akan Tuhan akan membawa pencarinya pada tingkat kedewasaan iman dan kesadaran bahwa Tuhan tidak pernah bisa dipenjara dalam sebuah agama.

  53. @ erwan : tulisan mas erwan kalau tidak salah merupakah hasil kopas dari artikel dengan tema atheist Vs theist deh kalau gak salah..he3x..saya sudah sering membacanya mengenai rebuttal einstein cilik kepada profesornya itu… bahkan ada snippet / film cuplikan pendeknya di youtube…

    yang perlu anda tahu adalah einstein saat itu masih kecil, namun kalau anda rajin mencari tahu pandangan einstein mengenai agama. tersirat dengan jelas kalau Einstein seorang agnostic (ragu akan keberadaan Tuhan) hal ini bisa dilihat dari surat2 yang einstein kirim ke beberapa koleganya mengenai pandangan einstein terhadap ketuhanan.

    berikut adalah kutipan surat Albert einstein yang menyatakan kalau dia meragukan life after death (kehidupan setelah kematian) / surga / neraka.

    I cannot conceive of a God who rewards and punishes his creatures, or has a will of the kind that we experience in ourselves. Neither can I nor would I want to conceive of an individual that survives his physical death; let feeble souls, from fear or absurd egoism, cherish such thoughts. I am satisfied with the mystery of the eternity of life and with the awareness and a glimpse of the marvelous structure of the existing world, together with the devoted striving to comprehend a portion, be it ever so tiny, of the Reason that manifests itself in nature.

    – Albert Einstein, The World As I See It

    dan masih banyak surat einstein yang mempertegas keyakinannya kalau ia seorang agnostic (peragu akan keberadaan Tuhan).

    anda cari saja di internet..banyak loh..
    🙂


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: