Agama yang tabu..

October 17, 2007 at 3:23 p | Posted in lucu | 27 Comments

Mungkin memang salah otak ku yang kurang waras, dan mempertanyakan banyak hal yang tidak seharus nya aku pertanyakan, dan seharus nya diterima saja, tanpa harus di pertanyakan sedikit pun.

Agama..
saat aku bertanya tentang agama, aku tiba-tiba ada di dalam partai oposisi,
tiba-tiba beberapa teman mencetok jidat ku dengan stempel “atheis”
sekonyong-konyong banyak orang yang memilih untuk tidak berbicara dengan ku,
ujuk-ujuk aku diasingkan..

Dengan sangat terpaksa aku terheran-heran..
kenapa itu tidak boleh di pertanyakan?? bahkan sekarang untuk menyebut nya pun aku sedikit
bergetar, aku merasa kembali ke umur 7 – 12 tahun lagi, dimana waktu itu aku mencari tau
tentang apa dan bagaimana fungsi kelamin.., beberapa pertanyaan ku hanya di jawab,
“nanti kalau udah besar juga tau sendiri”
mungkin juga jawaban itu benar..
mungkin sampai aku ter-hamili aku akan tau apa dan bagaimana fungsi kelamin..
mungkin sampai aku termasturbasi aku akan tau cara kerja kelamin..

Dan kesimpulan singkat ku, agama ku tabu seperti kelamin untuk di pertanyakan..
karena mereka malu menjawab nya..
atau karena mereka takut apa yang mereka yakini selama ini tergoyah hanya oleh pertanyaan ku
dan mereka akhir nya hanya punya satu pilihan, menganggap aku tidak punya iman..

Iya mungkin memang aku enggak punya iman, karena aku sendiri enggak tau apa itu arti iman
bahkan kadang-kadang aku di anggab murtat karena bertanya, apa agama begitu tegang nya??
apa agama itu seperti kina??
sehingga harus di telan bulat-bulat??,
tidak boleh dikunyah karena pahit??
apa kesalahan ku kalau aku mengkramus nya??
apa kekeliruan kalau aku justru ingin melumerkan nya di mulut
lalu saat aku kepahitan tidak seorang pun menyodorkan air putih,
dengan senyum sinis terdengar “udah di bilang telen bulat-bulat!!!”
jika pun aku berhasil menelan kina itu aku tetap akan di anggap aneh..
Aku menemukan orang-orang yang merasa selalu punya jawaban
lalu saat pertanyaan ku di luar kumpulan jawaban mereka, mereka menganggab aku terlalu duniawi
dan menyalahkan ku karena aku kurang ghoib.. dooohhh…
kenapa bahkan mereka malu mengatakan kalau mereka pun tidak tau jawaban nya,
dan bertanya bersama ku??
apa agama itu sedemikian mengerikan nya, sehingga kita harus selalu keliatan dalam jalur nya
tanpa bole menunjukkan mimik bingung??

Beberapa penjawab menyaran kan agar aku fanatik saja..
lalu aku mendapat jawaban..
fanatisme adalah satu-satu nya jalan untuk membungkam mulut ku, agar aku berhenti bertanya
dan agar para penjawab itu tidak terganggu meditasi nya..

Tapi aku menolak..
bolehkah aku bertuhan tanpa beragama??
bolehkan aku beragama tapi tidak mengikuti “aturan” agama??
boleh kah aku mengikuti “aturan” agama dengan bertanya terlebih dahulu??

27 Comments »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. semuanya boleh..

  2. Hidup memerlukan keyakinan (hal-hal positif),bukan agama.Agama hanya kelompok kepentingan.

  3. mmm boleh gak yaa?🙄

  4. ::ulan, jika jalanNYA mudah, maka banyak yang antri, jika jalanNYA bukan full variasi, tentu buka Maha namaNYA, ehem…elus jenggot dulu…kibaskan kebelakang…, aku lebih senang jika aku menemukanNYA sndiri, tanpa bersepakat dengan siapapun… sebab kesepakatan hanya menenangkan sesaat… tetapi kebenaran adalah titik tetap, yang akan berubah..jadi kalem aja kayak irdix…. eh itu termasuk bersepakat ya…😆

  5. apa sih yg ga bole buat Ulan🙂

  6. bertanya tentang segala hal, tak mau menerima begitu saja, justru tanda masih punya kewarasan…

    dan kalau pun itu dianggap tak waras, rileks… ulan tidak sendirian… kebahagiaan terbesar “si gila” adalah ketika menemukan “si gila” lainnya.

    :))

  7. @om Irdix : *gantian lempar air sungai*
    *masih dendam*

    @om Marudut p-1000 : bener gitu om?? berarti kita di bohongin gitu??

    @om Caplang pake TM : bole po-oooooo….
    bole yaaaaaaa….
    ya…
    yaaaaaaaaaaaa…..
    *narik narik baju om caplang*

  8. @om Zal : ada kembar identik..
    mas Zal ama mas Irdix..
    bagai pinang enggak di belah..
    benar benar satu biji.. eh..
    maksud nya satu hati…

    @om “K” : ah… si om… jadi pengen malu
    *pegang rok*
    *pinggang gerak-gerak*
    *jawil-jawil*

    @tante Mamasakura : *mata berbinar-binar*
    aku seperti dapat pencerahan….

  9. lah memang sampeyan bertanya agama pada siapa?? pada ustadz karir?? pada kyai ondel-ondel??. lah kalao yang sampeyan tanya ulama beneran, sampeyan PASTI boleh bertanya apa saja tentang agama. sampeyan orang cerdas, teruslah bertanya, sampai otakmu berdarah, dan mulutmu robek. Pelan-pelan sampeyan akan mengerti jika banyak dari pertanyaan sampeyan ternyata TIDAK ADA gunanya, tidak perlu, tidak penting, dan bukan benar-benar menjadi urusan kita yang sesungguhnya.
    Sampeyan bertanya : bolehkah bertuhan tanpa beragama? atau misalnya bolehkah beragama tanpa bertuhan?? BOLEEEEEEEH dooong. BOLEEEH SEKALIII. HALAL ( memangnya siapa yang melarang? MUI? hihihi . Siapa mereka? ). Hanya saja ketika sampeyan sudah menyatakan tidak bertuhan, maka di saat yang sama, sampeyan sudah bertuhan pada diri sampeyan sendiri …… jika sampeyan mau? ya silakan saja sih…hehe….
    piss …no offense…

  10. @om Mujib : hahahahahhaha…. om mujib keren deh….
    bukan nya “orang yang paling religius adalah orang yang tidak beragama apa pun ya om”
    dan bukan nya “orang yang paling pintar itu orang yang SUDAH tidak tau apa-apa”

    *lari kewastafel*
    *kumur-kumur*
    *nyengir*
    hehehe.. ngomong kotor…

  11. ::ulan, suaminya koq diilangin…😆
    ternyata ulan itu sang peneropong

  12. weks peneropong apa teropong nya??
    *malu…*

  13. ulan ngomong kotor..

    *pake surban*

    jangan cuma kumur-kumur.. sekalian sikat gigi sampai bersih, 7x dan gunakan air yang suci, jangan lupa 1x pake pasir/tanah yang suci dari hadas besar maupun kecil..

    *hisap rokok kretek dengan mantap* gitu nak ulan..

  14. @ahli bersurban om irdi : pasir nya berapa pickup mbah?? air suci itu dapet nya dimana mbah??

  15. Lagi bingung berTuhan tanpa label tah… carilah dan carilah terusss … hingga ketemu. Agama itu pilihan, ada 1 2 3 4 dst… sudahkan memakan agama yang tidak mengecewakan? dari jumlah agama yang tersedia?
    ah mbauh ga ah… itu terserah Wulan …
    salam

  16. @om Kurtubi : weks, saya mah paling suka makan ikan asin ama sayur asem om, kalo agama kok kayak nya kurang asin buat lidah saya.. hehehehhe..

  17. apa agama itu penting ya? Kalo penting pasti tuhan juga beragama kan? kalo begitu kita harus cari aman juga kan? Maka dari itu kita HARUS pilih agama yang sama dengan agamanya tuhan.

  18. agama itu penting…

  19. ::ayo baris dulu..luruskan..lurus…, nah kalo udah sejajar maka terlihat rapih.., hitung… mulai…, nah gini…memandangnya bisa sama…lho..lho kamu ngeliatin “anu” toh…ooo, makanya koq ngga nyambung ceritanya…😆

  20. tips memilih agama:
    1) Pilih agama yang low profile..artinya agama yang nggak sombong, ngga nyebutin kalo ia paling benar sendiri,apa lagi yang nganggep yg lain sesat…ngga nyebutin kalo ia paling diterima Tuhan, pokoknya agama yang biasa-biasa saja..bukan agama yang sok iklan..sok baik..orang jawa bilang ‘ojo dumeh’ (jgn mentang2)
    2) Pilih agama yng memenuhi kriteria 1) …heheheh

  21. Waduh, aku malah mumet (pusing) baca komen-komennya…
    Ga tau mo komen apa…
    Tapi saya sarankan, teruslah bertanya, teruslah mencari, jangan pernah berhenti…
    Kalo saya sendiri beragama Islam mba,
    pertama karena saya ditakdirkan lahir dari keluarga muslim…
    Tapi selama bertahun-tahun saya juga seperti mba, merasa tabu dalam masalah agama…
    Islam saya hanya warisan, syari’at hanya niru orang2, ibadah hanya ngliat kebanyakan, cuman manggut2 saja apa kata kyai… Lha wong saya ini bodho masalah agama kok…
    Tapi setelah banyak bertanya, banyak mencari, (banyak do’a juga tentunya)
    saya jadi banyak tau,
    kalo agama saya tuh begini, begitu, agama ini di bangun atas ini dan itu, syari’atnya begini begitu. Jadi kalo yang bukan dari itu semua ya bukan termasuk syari’at agama ini…
    Wah jadi nglantur nie…
    Semangat aja deh buat mencari,
    saya juga masih mencari, itu sebabnya nama saya musafir kecil… Karena saya ga akan berhenti… Sampe saya mati
    kalo di agama saya ada hadits yang berbunyi, “Barangsiapa menempuh jalan untuk menuntut ilmu, Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga”
    di kitab suci saya juga di sebutkan bahwa orang2 yang beriman dan orang2 yg berilmu akan ditinggikan beberapa derajat.

    fyuh…
    *jempol kanan berdenyut-denyut
    *keypad n3230 lecet2

  22. Maap mba, saya ga tau mba agamanya apa…
    Lha wong ga di sebutin sih di tulisan ini…
    Oh ya, komen di atas kalo dianggap nasehat, maka sesungguhnya yg paling layak untuk menerimanya adalah saya sendiri…😀

  23. memang mbak untuk hal-hal yang sensitif seperti itu terkadang sedikit tabu untuk di bicarakan jadi perlu orang terdekat dengan kita yang harus menjelaskan. Jika anak laki-laki yang telah baligh(dewasa) maka adalah tugas ayahnya untuk menjelaskan dan jika anak perempuan yang telah baligh maka tugas ibunya-lah yang menjelaskan.pertanyaannya : sudahkah mbak ulan bertanya terlebih dahulu pada ibu mbak?

  24. semua kan
    plihan mbak

  25. Agama (kalau dalam islam) is a rules, aturan, pedoman. Yang jadi masalah, manusia kadang menafsirkan agama berdasarkan pengalaman eksistensialnya masing2. Dari sini timbullah dikotomi2 mengenai agama (walaupun ia masih dalam satu source dan satu core).

    About looking for “IT”, yes it is. Berhubung kita berhadapan dengan sesuatu yang di luar nalar dan panca indra, mau gak mau kita butuh pencarian dan pembuktian dari “IT” sebagai pemanifestasi agama itu sendiri.
    (Jika kita tidak believe dengan hal2 yang berhubungan dengan di luar indrawi, pembahasan selesai sampai di sini).

    Namun kita manusia, punya akal dan pikiran. Apakah agama adalah paradoks? Menemukan sesuatu yang mengganjal? Tidak sesuai dengan perjalanan hidup? Justru di sini kita mulai lagi mencari, not just as a gift.

    Mengapa kita sering merasa janggal atau tabu? Ini kembali pada penafsiran agama itu sendiri, apa yang telah tertanam pada diri kita sedari kecil, dan saya tidak akan menyarankan apa pun kepada Mbak, karena saya juga tidak kompeten dan juga tidak ingin dianggap mendoktrin.

    But if you ask, maybe I can show you some prove about “IT”.

  26. kita percaya akan adanya matahari atau bulan??pasti sangat percaya,karena tanpanya kita hilang tanpa cahaya di siang dan malam hari kita.jangan salahkan manusia-manusia yang akhirnya menyembah atau mengagungkan matahari atau bulan sebagai Allahnya. manusia hanya memiliki asumsi, sependapat atau tidak manusia tak lebih hanya berambisi untuk menemukan jawaban yg memuaskan,ingat bagaimana ceritanya bani israil. yg hanya mempertanyakan bodoh tentang alat kelamin sapi? agama…lagi-lagi agama,suatu kalimat kecaman para pencari pelindung atau mungkin ada yg berkata oh agama adalah tabu, tanpa agama kau akan tersesat..tapi temukanlah agamamu tanpa kamu harus berkompromi dengsn mereks,karena mereka sama seperti kita “MANUSIA”

    • waaaaaahhhh mas nya menjelas kan nya panjang dan jelas ya, ^_^ aku setujuuu


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: