Adakah seseorang yang mau menjadi anak ku??

January 7, 2008 at 3:23 p | Posted in lucu | 23 Comments

percobaan penculikan.. doooh..

tag blog ku memang cuma ada cuma 2 macem “cuma hasil menghayal” untuk fiksi, dan “lucu” untuk  yang non fiksi,
tapi kali ini pertanyaan di judul cuma bisa bikin senyum sinis,

waktu jomblo dan usia produktif, orang tanya, “kapan punya pacar??”,
setelah punya, pacar orang tanya, “kapan kawin“??,
setelah kawin orang masih tanya, “kapan punya anak“??,
mengganggu kah pertanyaan itu??, mmmm.. ya, sangat..
kenapa enggak sekalian aja tanya “kapan mati“??..
aku akan jawab “as soon as possible“..

punya anak bukan sekedar, bersetubuh, orgasme, telat bulan, hamil, dan bersalin,
dan jargon bahwa anak adalah “rejeki“, membuat semakin sering bercinta di sana-sini, demi mendapat “rejeki“, lalu setelah
dapet “rejeki”, ya dimanfaatkan seadanya, nama nya juga “rejeki”,

anak buat ku (hanya buat ku) seperti sebuah perjalanan misteri baru yang amat sangat panjang,dan amat sangat melelahkan,
anak buat ku seperti “tanggung jawab”, dan (lagi-lagi buat ku saja) tanggung jawab itu perlu kematangan, cara berfikir, cara bersikap, dan bagaimana nanti seseorang itu akan aku tanam nilai-nilai, akan kah aku mendoktrin nya dengan warisan-warisan pikiran ku, agama ku, keyakinan ku, kebodohan ku, kemampuan ku yang terbatas, kelalaian ku, dan kelebihan kelebihan yang belum tentu juga baik untuk nya..

apa yang akan aku beri,bagaimana cara aku memberi dia sesuatu, bagaimana aku berbagi dia dengan orang lain, bagaimana aku berbagi dia dengan lingkungan, bagaimana aku membiarkan nya berfikir dengan otak nya sendiri, akan kah aku membebaskan nya memilih sesuatu dengan hati nya?, atau aku akan memaksakan semua pilihan ku padanya, akan kah aku memperlakukan nya seperti manusia, atau sebagai property kepemilikan ku sendiri,

lalu orang nyengir sinis sambil bilang
“kalau gitu kapan siap nya”
ya kalau memang aku enggak akan siap, seumur hidup ya sudah aku lebih baik enggak punya anak,

“trus siapa yang jaga-in kamu kalo tua”,
akhir nya aku mengerti tujuan “mbuat anak” itu sendiri “kekhawatiran dan egois diri”,
kalau memang anak cuma menutupi kekhawatiran orang tua nya di hari tua, dan memuaskan egois diri untuk di layani di hari tua,
ah.. itu enggak menjamin seseorang dengan beberapa anak nanti nya tidak terdampar di panti jompo, atau di pinggir jalan..

“kamu mandul??”
kenapa punya anak hanya jadi bahan ukur, ibu nya tidak mandul, dan bapak nya tidak impoten, dan kenapa setiap orang yang tidak mandul juga tidak impoten harus punya anak??

“trus buat apa harta kita nanti kalo enggak punya anak?”,
lagi-lagi pertanyaan egois, seakan-akan kita ketakutan orang lain kaya dengan harta yang kita punya,
saat kita meneguk satu flaming bikini seharga 100-150 ribu di sebuah club, seseorang harus berjalan beberapa puluh kilo hanya untuk mengambil air bersih ,
saat kita makan sushi seharga 200 ribu untuk sekali makan, seseorang korban banjir harus menunggu bantuan untuk perut yang melilit,
saat kita tidur nyenyak dengan ac yang menyala kencang tapi kita di dalam selimut, seorang meringkuk di ubin toko yang tutup tanpa selimut,
dan kita terlihat begitu pongah dengan sedikit keberuntungan kita diatas ke-kurang beruntung-an orang lain,

“jadi kamu enggak mau punya anak?”
mau, mau, mau sekali, tapi “mau” kah, dia menerima ku jadi ibu nya??

23 Comments »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Ugh… brilliaannnt, pintar sekali dan sangat menggelitik, banyak kesadaran kemanusiaan yang ter usik
    haibat!!!

  2. owbeth tetep binguuung…..
    !@#$#$&*(

  3. mau… mau…
    boleh nyusu kan?😆

  4. Hmmm, menarik, aku masih men-coba memahami sisi lain dari postingan ini😉

  5. mau, mau, mau sekali, tapi “mau” kah, dia menerima ku jadi ibu nya??

    kalo memang sdh dikaruniai anak, itu takdir mempertemukan kalian berdua Ibu-Anak. Gak ada lagi mau atau ndak mau..ya itu takdirmu. Kecuali memang belom mau punya anak..ya ndak papa. Bebas.

  6. saat seorang ibu sedang merindukan anaknya,
    saya akan daftar jadi sorang anak. huhuhuhu

    setiap perempuan pasti bisa jadi seorang ibu, karna kodratnya memiliki rahim membuatnya penuh dengan kasih.
    kamu akan jadi ibu yang baik nantinya, saya tidak yakin sih sebenernya huhuhu tapi akan saya yakin kamu akan berusaha untuk itu.

  7. syukur deh klo kmu mulai tercerahkan mbak… kekeke…

    sayangnya (dan untungnya) seorang anak ga bisa milih siapa yang akan jadi orang tua-nya.

    btw thanks yak.. akhirnya aq yang bego ini ngerti arti ‘memperluas ego’ ehhehe..

    oh iya… jadi ‘anakmu’ bukan brarti jadi ‘bayi-mu’ kan mbak !? soale ada yang pengen nyusu tuh… kmu kan ada pelihara sapi di desa, kasi dia dunk.. kacian tuh…

  8. 🙂

  9. maukah dia menjadi anakku?

    apa kamu menyesal dilahirkan orang tuamu yang sekarang ini?

  10. kapan akan beristri? klo ada yang jadi calon suaminya

    kapan akan menikah? klo udah siap keduanya

    kapan akan punya anak… klo udah… aduh… ga enak ceritanya __ __” (kok yang ini sensitif banget ya o_O??? hueheheh)

    sipsip good

  11. tapi “mau” kah, dia menerima ku jadi ibu nya??

    emangnya dah siap jadi seorang ibu?

  12. kalau ibu pasti mau menerima anaknya, tapi apakah anak itu mau menerimaku sebgai ibu belum tentu karena aku…………..
    karena aku……….Laki-laki ( hahahaha )

  13. Setiap Orang Tua Pasti mendambakan hadirnya Anak, tidak terkecuali istriku. Tapi belum hadirnya anak bukan untuk menjadi sebuah keresahan tapi menjadi sebuah introspeksi diri…Dipercayakah kita oleh TUHAN untuk mengemban amanahnya?…Jadi kita serahkan segalanya pada Yang Maha Kuasa.

  14. Walah………

    Nyang begenee, negh. Nyang mesti rajin nyambangin sayah……

  15. Walah………

    Nyang begenee, negh. Nyang mesti rajin nyambangin sayah……

  16. sayang anak.. sayang anak…

  17. @ om Goop :
    waduh jadi malu di puji ama om goop..

    @ Owbeth yasika :
    lah saya juga masih bingung, ayo kita cari kayu untuk pegangan baru kita bingung bareng..

    @ om Caplang :
    boleeeeeeeeee…
    ini sama tempat nya sekalian..
    susu murni tanpa campuran..
    asli..
    *menyodorkan sapi*

    @ om Mlitis :
    wah enggak ada udang di balik apa-apa kok mas, enggak ada apa-apa di balik batu..

    @ om Bedh :
    om bedh bikin saya terharu, trus pengen hamil..

  18. @ om Irdix :
    perluasan ego yang mana om??
    *bego beneran*

    @ PAKNE :
    buat anak yuuukkk…
    yang laen enggak bole iri

    @ mas Deteksi :
    enggak pernah..
    malah bersyukur sekali,
    pertanyaan nya..
    akan kah anak ku bersyukur punya ibu edan kayak aku??

    @ mas Shinobigatakutmati :
    lah jadi saru deh..

    @ mbak Ina :
    belommmmmmmmmmm…
    *miris*
    huaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa…
    ada tips mbak?? hik..

  19. @ hadi arr :
    wakakakkakakka… ho oh.. enggak ikhlas nerima nya.. masih ada yang ngganjel… huhuhu

    @ mas Indra 1082 :
    seperti nya memang harus gitu mas.. tapi kadang ke egoisan kita untuk memenuhi kemauan kita mengabaikan si anak.. aduh gimana njelasin nya ya??
    yah pokok nya gitu deh..

    @ om Mbelgedes :
    siap boss, saya akan rajin menyambangi njenengan, mau di bawain jeruk atau roti??

    @ Ko Besar :
    saya sayang….
    sayang suami aja deh..

  20. “trus buat apa harta kita nanti kalo enggak punya anak?”,
    lagi-lagi pertanyaan egois, seakan-akan kita ketakutan orang lain kaya dengan harta yang kita punya,
    saat kita meneguk satu flaming bikini seharga 100-150 ribu di sebuah club, seseorang harus berjalan beberapa puluh kilo hanya untuk mengambil air bersih ,
    saat kita makan sushi seharga 200 ribu untuk sekali makan, seseorang korban banjir harus menunggu bantuan untuk perut yang melilit,
    saat kita tidur nyenyak dengan ac yang menyala kencang tapi kita di dalam selimut, seorang meringkuk di ubin toko yang tutup tanpa selimut,
    dan kita terlihat begitu pongah dengan sedikit keberuntungan kita diatas ke-kurang beruntung-an orang lain,

    ‘kita’..qm mengasosiasikannya sbg apa? gmn kalo prespektifnya dibalik. misalnya aq sbg seseorang atu orang lain yg bukan ‘kita’-mu. nah, punya anak dlm logikamu, akankah berubah subtansi?

  21. Hmmm… wanita. Semua2 dianggap rumit dan susah. Just do your best and let God does the rest. Hidup itu tergantung bagaimana kita memandang, kalo dianggap susah ya susah, dianggap mudah ya mudah. Gak usah hiperbolis, gak separah itu kok.😉

  22. jadi teringat anaku yang lucu, lincah, imut, dan smart. coba dech lihat http://www.homedarmawan.blogspot.com

  23. sepakat, gw jg punya pendapat 100 % sama seperti kamu.
    Terutama point terakhir… hahaha… gemana yakin tu anak ga nyesel lahir dan punya ibu kayak aku?

    Sip siiiip…. semoga banyak yang makin sadar ya.. amiiin..


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: