fiksi (aku masih lagi kecil..)

April 2, 2008 at 3:23 p | Posted in cuma hasil menghayal, lucu | 19 Comments

aku lahir di keluarga yang serba berkecukupan, di tahun kelahiran ku, aku lahir dalam keluarga yang berkecukupan, sudah punya mobil 3 buah, satu buah televisi, itu merupakan barang yang masih langka waktu itu, bapak yang menjabat di aceh, ibu yang berdarma wanita dan mengelola salon, 2 orang kakak laki-laki yang keren-keren,

saat TK nol besar, waktu itu aku berumur 4 tahun beberapa orang polisi datang ke rumah, bukan seperti biasanya mereka datang sambil hormat, kali ini mereka datang dengan congkak dan kasar, mereka mengambil bapak ku, itu yang aku tau, mereka membawa nya,
dan aku meraung-raung minta ikut,dan aku melihat mama nangis sesenggukan,
aku pun lari sekencang aku bisa mengikuti mobil itu, mama mencoba mengejar ku dengan air mata berjatuhan,
bapak berteriak-teriak menyuruh aku pulang, aku memandang mama dengan pandangan bertanya..
kemana bapak??, kok aku enggak di ajak??” ,
“kenapa anak buah bapak jadi kurang ajar??, kenapa mama nangis??”

setelah itu aku enggak tau bapak ada dimana, mama cuma bilang kalau bapak sekolah lagi, tapi mama mulai nangis tiap malam, dan kakak-kakak jadi mulai malas bermain, aku bingung dengan keluarga ku..

hidup berjauhan dari bapak, membuat semua anggota keluarga frustasi, ibu mulai sibuk dengan cari duit untuk menghidupi keluarga, kakak-kakak mulai di titip kan ke saudara-saudara,

dan aku tetap bertanya-tanya kemana bapak, mama bosan dengan pertanyaan ku, dia menjelaskan bapak di penjara untuk kesalahan yang bukan di lakukan bapak, tapi mama setelah itu pesan
“kalau ada yang tanya tentang bapak, bilang bapak sedang sekolah”..

aku dipaksa untuk tau apa itu penjara, apa itu sekolah, kenapa aku harus bilang ke orang kalau bapak sekolah, kenapa bapak di penjara kalau bapak memang enggak salah??

setelah itu hubungan ku dengan bapak hanya dengan telepon,yang harus ke kantor malam-malam untuk pinjam telepon, suara bapak sering serak di telepon, dan mama sering nangis saat telepon..

kurang nya perhatian dari orang tua membentuk aku jadi murid yang introvert, aku yang tidak pandai lagi, membuat aku menjauh dari teman-teman di sekolah,
dulu ada bapak yang selalu mengajarkan ku semua mata pelajaran waktu malam, ada yang bantu aku ngerjakan PR, tapi setelah bapak pergi aku enggak pernah lagi belajar,
aku enggak biasa belajar sendiri, sekarang aku lebih memilih duduk di bawah tiang bendera saat istirahat, padahal tiang berdera itu di tengah lapangan luas, tidak teduh, tapi saat itu aku merasa senasib dengan tiang itu..
sendiri di lapangan yang luas..

sekarang mama harus cari uang sendiri untuk makan dia dan anak-anak nya, untuk sekolah dan semua kebutuhan, dia jadi pengelola kantin di bekas kantor bapak waktu itu, dan dia selalu sibuk dengan itu..
di kelas 3 SD aku sudah harus pergi dan pulang sekolah sendiri naik kendaraan umum karena mama tidak lagi punya waktu,

kelas 5 SD aku sudah belajar sendiri tentang “cabut” kalau anak sekolah sma atau smp cabut untuk berkumpul di rumah teman atau bersenang-senang, waktu itu ulan cabut untuk sekedar keliling kota jalan kaki melewati pasar, nyari kucing tidur, mencoba menarik diri dari komunitas sekolah dan rumah, sampai di rumah jam 10 pagi dan mama pasti tanya
“kenapa pulang cepet?”,
aku pun belajar membela diri, dan akhir nya berbohong
“guru nya rapat..”

mama perempuan sempurna, juga tangguh, tapi dia manusia dengan banyak kekurangan dan kebutuhan, jauh dari suami merupakan ujian berat buat nya, aku tau, dia pun butuh seseorang untuk membagi kesusahan nya, untuk membagi hasrat nya, sehingga suatu hari aku menemukan mama dan seorang lelaki dalam keadaan bugil di tempat tidur, saat aku terjaga dari tidur siang,

dari kejadian itu aku belajar tentang menjaga rahasia, aku pun semakin introvert dan tertutup, di tahun yang sama dan umur yang hanya beranjak sedikit aku sudah tau arti perselingkuhan dan penghianatan,
aku berumur 6 tahun waktu itu, aku belum tau cara komunikasi yang tepat dengan lelaki, apa lagi yang jauh lebih tua dari ku, jadi aku berteriak aja dari kamar mandi, aku takut dia dateng dan mukul aku, jadi aku kunci kamar mandi dan berteriak
“laki-laki macam apa kamu, kan udah tau kalo mama udah punya suami, udah punya anak, kenapa di tidurin juga??”

setelah itu aku dengar teriakan mama, menyentak aku, lelaki itu cuma diam, aku enggak tau apa yang di lakukan nya, tapi waktu suasana sepi aku keluar dari kamar mandi tanpa baju, dia menyergap ku dan menciumi ku, aku teriak sekuat tenaga, aku benar-benar jengah dengan laki-laki itu, aku muak dengan kumis nya yang panjang, dan aroma badan nya, sampai mama datang dan memisahkan aku dengan lelaki laknat itu,
aku menangis sejadi-jadi nya..

di umur 7 tahun aku mulai mengenal strategi, aku tau mama hari itu akan menemui lelaki itu di suatu tempat yang aku enggak tau, mama waktu itu bohong dan bilang pergi ke tempat teman nya, yang anak nya teman baik ku,
maka setelah mama pergi aku tau mobil laki-laki itu pun pergi dari kontrakan nya yang enggak jauh dari tempat ku, aku kejar mobil mereka dengan sepeda roda tiga ku, dan aku mampir ke rumah sahabat ku, kali ini aku cari mama nya, dan mama nya dengan lugu bilang kalau mama ku enggak ada rencana main ke rumah nya, aku pun sadar aku terlalu naif untuk percaya pada mereka,

keesokan hari nya, saat aku tau mereka akan bertemu di luar lagi, aku belajar cara membuka pentil mobil, dan aku benar-benar tidak mau mama pergi jadi aku dengan senang nya membuka 4 pentil mobil nya dan ku buang tutup nya,
dia tau.. tapi aku yang marah, di umur itu aku sudah tau mengintrograsi, aku menanyai kebohongan mama kemaren, dan semua bukti yang aku punya waktu itu, setelah nya,mama enggak jadi marah, aku berhasil menahannya pergi hari itu..

lelaki itu merokok di rumah, dan di kelas 5 SD aku memungut rokok nya dan terbatuk-batuk, tapi itu tidak membuat ku jera, aku terus menghabiskan rokok nya supaya dia kesal,dan menghabiskan uang nya untuk rokok,aku pikir seandai nya dia kehabisan uang dia akan pergi dari mama, ternyata selama ini mama lah yang membelikan dia rokok.. bodoh nya aku..

umur 9 tahun aku tau arti menjaga keutuhan rumah tangga, bapak pulang ke rumah, dan aku selalu sangat gembira waktu dia pulang, tapi mama selalu memdogma aku untuk enggak pernah cerita ke bapak tentang laki-laki itu, tapi bapak tau ada laki-laki itu di rumah ini..

bapak pernah pulang ke rumah tengah malam, dan aku terbangun mendapati laki-laki itu tidur di sebelah mama, begitu ada ketukan pintu dari bapak aku seperti kenal dengan ketukan itu, aku langsung lari kedepan, tapi mama sigap menarik tangan ku, dan menahanku lebih lama, aku teriak
“bapak.. bapak..”

mama mengulur waktu agar laki-laki itu bisa keluar dari pintu belakang, tapi aku sudah terlalu senang untuk ketemu bapak, belum mama selesai mengeluarkan laki-laki itu aku sudah membukakan pintu dan menghambur untuk di peluk bapak, seperti nya bapak tau ada yang tidak beres, aku tau jika bapak tau laki-laki itu mama dan bapak akan bertengkar, aku bercerita sebanyak yang aku bisa memeberi waktu untuk mama mengeluarkan laki-laki itu, aku minta perhatian bapak dengan banyak bicara dan rengek-an,

malam itu mama berhasil mengeluarkan lelaki itu dari rumah tanpa sepengetahuan bapak, tapi tidak pada malam berikut nya saat bapak pulang, tengah malam itu aku di kurung di kamar, tapi aku tau ada yang bertengkar di luar dan ada suara teriakan-teriakan mama terus menerus, aku takut, aku nangis, aku enggak suka denger teriaka-teriakan itu, aku enggak suka suara gaduh itu, aku pengen ada yang memeluk waktu itu, aku panggil-panggil bapak untuk minta di peluk, tapi seperti nya setelah itu aku aku tertidur dan saat aku bangun aku ada di pelukan bapak.. dan aku senang..

siang hari nya mama ngajak aku bicara, kali ini aku bingung, kenapa aku di ajak bicara secara orang dewasa, aku dan mama duduk berhadapan, tidak seperti cara yang biasa nya, biasa ya dia bicara saat aku berlarian,dia bicara seperti ini
“nak.. nanti kalau bapak tanya kamu mau ikut bapak atau mau ikut mama, bilang ama bapak kalo kamu mau ikut dua-dua nya ya..”
aku heran, aku bingung, tapi aku senang , karena aku berfikir kalau saat aku kangen sekarang bisa ikut bapak, aku bisa milih antara ikut bapak atau mama sewaktu-waktu..

tapi perasaan senang itu tidak berlangsung lama, setelah mama bersikap aneh dengan berbicara dengan ku dengan cara orang dewasa, kali ini bapak juga melakukan yang sama, tapi aku ada di pangkuan nya, bersandar di dada nya,
dia tanya
“kalau di suruh milih, milih ikut bapak apa ikut mama??”
aku bilang seperti pesan mama, aku ikut dua-dua nya, tapi bapak bilang
“enggak bisa, kamu harus milih, kalau kamu mau ikut bapak, kamu enggak bisa ikut mama, kalau kamu ikut mama, enggak bisa ketemu bapak..”
selesai bapak bicara itu aku tidak lagi sandaran di bapak, aku memeluk nya erat sekali aku tau kalau pelukan ku erat karena setelah itu kulit bapak terluka oleh cakaran kuku ku..
 

19 Comments »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. keep writing
    sense yang kau bangun udah sip😀

    **nyaris saya berpikir ini kisah nyatamu sendiri**

  2. wah…kukunya udah panjang…
    ayo dipotong dulu biar nggak dihukum sama bu guru🙂

    salam

  3. hm……….
    [gw suka gaya lo, ulpe!]

    btw, anak umur 6 tahun, kok udah tau istilah “ditidurin” ya?

  4. Apik,meh kelintas tulisane seno ag.

  5. 😆
    brilliant…
    benar-benar mengalirrr…
    *menjura*:mrgreen:

  6. kok umur 7 taun masih naek roda tiga?😦

  7. Hidup memang berat, apalagi dipertemukan dengan sebuah pilihan dalam usia anak-anak, dan memilihpun bukan perkara yang gampang akhir-akhir ini, sekalipun buat orang dewasa yang matang sekalipun, entahlah.. mungkin tak semua pilihan yang tersedia sesuai dengan keinginan

  8. “btw, anak umur 6 tahun, kok udah tau istilah “ditidurin” ya?”

    kata2 ini kan sudah sering nongol di sinetron .. tau lah😉

  9. ceritanya menusuk! sangat menusuk!
    aku sangat merasakannya… sangat… di paragraf terakhir itu sarat luka!

  10. eh..bersambung..
    aduuhh udah pewe nih jeng..ayok dilanjut..

  11. iya panjang sekali tulisannya…ada ringkasannya gak lan? hiks… :p

  12. hmmm🙂

  13. Ah, aku tau pria berkumis itu. Brewok toh? Suka pake topi ijo dibalik…. :-“

  14. Andai tata bahasa dan cara penulisannya lebih rapi, tentu akan lebih bagus.😉

  15. “waktu itu ulan cabut untuk sekedar keliling kota jalan kaki melewati pasar, nyari kucing tidur, mencoba menarik diri dari komunitas sekolah dan rumah, sampai di rumah jam 10 pagi dan mama pasti tanya”

    tak pikir itu crita temenan mbak ul

  16. Gaya nulisnya bagus,,bikin yang baca kebawa untuk membayangkan kejadiannya,,
    diasah terus yah,,

  17. gue kirain… beneran, soalnya gak sempet baca judulnya lsg ke tulisan.

  18. *Gedubrag* Bu`ungan telnyata !!! *buang tissue*


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: