Mali

April 21, 2008 at 3:23 p | Posted in worry with single "R" | 25 Comments

Namaku Wori, dan ini adalah buku harianku, yang kuberi nama Worry with single “R”.
Aku berumur 16 tahun, dan aku baru saja mendapatkan menstruasi pertamaku.
Terlambat memang,
tapi bukankah ada pepatah yang mengatakan :
lebih baik terlambat dari pada tidak sama sekali

Aku menyukai seorang lelaki bernama Mali, Dia keturunan Padang-Cina.
Setelah hanya berani saling melirik, dan senyum malu-malu selama 2 tahun,
Mali memberanikan diri untuk datang malam minggu.
Tetapi sebelum hal itu terjadi, Mali meminta ijin lebih dahulu, dengan sepucuk surat yang isinya :

To Wori,
Sudah 2 tahun ini, Aku memandang wajahmu dari kejauhan.
Sudah 2 tahun ini aku mengagumimu dari kejauhan.
Boleh nggak Mali datang ke rumah malam minggu ini, jam 7:30 malam?

Empat kali empat enam belas
Sempat enggak sempat harus di balas

Surat yang aneh,
tapi karena aku juga sedang jatuh cinta sama Mali, surat ini akan aku bingkai.

Mali datang ke rumah malam minggu, jam setengah delapan kurang. Jantungku rasa nya berdebar-debar seperti sedang berdetak, lah?!

Aku dan Mali duduk di teras, menghindari pembicaraanku dan Mali didengar oleh Bune.
Sebenarnya, aku yakin kalau malam ini Mali akan mendeklarasikan perasaannya kepadaku.

Aku memang dukun, benerkan? Mali mengungkapkan perasaannya.
“Ri.. boleh numpang ke toilet?? Pengen pipis nih!”
“Aaarrggghhh…”
Selesai menunaikan ibadahnya Mali duduk sambil terlihat malu-malu.
“Ri, maaf ya lama. Aku sekalian pup tadi!”
“Aaaaaarrrrggghhh.!!!”

Aku ngambek, karena Mali belum juga menggungkapkan perasaannya, masak sih aku duluan?
Aku kan perempuan, mana aku belom pernah pacaran sebelumnya. Mali tahu gelagatku, tak lama setelah aku menunjukkan muka Nini Pelet, Mali mengeluakan suara dengan nada serius.
“Wori, Mali mau ngomong serius.”
“Pengen pipis lagi??”
“Bukan!”
“Pengen pup lagi?”
“Bukan”
“Lupa nyiram toilet?”
“Udah kok, cek aja!”
“Terus mau ngomong apa? “
“mmmm Wori.. Mali sayang sama Wori, udah lama malah sayangnya”
mukaku berbinar-binar, lalu dia melanjutkan :
“Wori sayang sama Mali nggak?”
“ah masak sih..” *pasang tampang bengong yang keliatan banget dibuat-buat*
“iya Wor.. mau nggak Wori jadi pacar mali?”
“mmmm Wori minta waktu ya” *sok jual mahal padahal ngebet*
“Jangan lama-lama ya Wor! Jadi kapan Wori mau jawab?, Atau, besok Mali kesini lagi?”
“Oh, jangan besok.. jangan… enggak perlu selama itu kok! Wori cuma butuh waktu 2 menit”
“oOo”
“Iya deh, kita pacaran”
“Horeeeeeeeeeee!!!”

Dua tahun masa pendekatan yang panjang akhirnya terbayar. Aku dan Mali akhirnya pacaran. Kita mengikat janji sehidup semati, enggak akan tergoda dengan orang lain, bakal tetap bersama apa-pun yang terjadi.

Sebulan kemudian..

Bune baru pasang telepon baru waktu itu. Aku telepon Mali.
“Mali.. kita putus yuk!”
“Ha?? Kenapa?”
“Aku lagi benci sama semua orang, titik!!”

Bune : “Wori.. kalau PMS jangan marah-marah terus donk.. tuh soptek kamu di kamar mandi belom di buang!!”

note : thanks to om Goop yang menyempurnakan EYD di tulisan acak kadul ini

25 Comments »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. hiii…
    menjijikkeun…
    masa lupa dibuang😆

  2. lah…. nama nya lupa om…

  3. huahahaha
    bener-bener emosi tidak terkendali
    tapi jadi mikir, apa mutusinnya gara-gara ada telpon baru ya?

  4. huhuhuhuhuu… mutusin nya karena mali lupa mbuang soptek mbak..
    eh…

  5. wehhhhhh… segitu amat tuh pms

  6. iya mbak, PMS plus belom gajian..

  7. makin dahsyat tulisannya😀
    ah paman itu emang luar biasa…

  8. paman Goop??
    iya emang paman yang satu itu EYD nya Mantap..
    hehehhe

  9. @edy
    woi…
    kau kan dulu suka memberikeun saran padaku…
    ah kura-kura dalam perahu nih😦
    mbak ulan, kalau mau saran yang lain, bisa sama mas edy juga, hihi

  10. terima kasih suhu…
    saya akan berkelana lagi
    doakan saya suhu..

    *bawa koper*
    *bawa pancinya suhu*
    *bawa kompor gas nya suhu*
    *bawa henpon nya suhu*
    *bawa leptop nya suhu*

    saya berangkat suhu..

    *lariiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii*

  11. waduh… kok sebulan? tapi mendinglah daripada ga pernah sama sekali dan hanya menebak2 apa si dia juga ada perasaan:mrgreen:

  12. hihihi… cerita yang aneh :p
    tapi menyenangkan yah… waktu jadian😀

  13. ehem…
    ulan telah kembali..
    dengan segudang cerita yang nano-nano..
    [rame rasanya :mrgreen ]

    ehem…
    apa bener soptek itu harus dicuci dulu sebelum dibuang?

  14. Usul tante, habis Mali, tar ada Binta dan Sampoer. Jadi kan lengkap nama hotel-hotel shortime nya

  15. bener2 lupa ya??🙂

  16. gileee… masa pendekatan dua taon bo’, cuma tahan sebulan doang. kasihan si mali.

  17. liar banget ceritanya..😆

  18. Ulaaann..mbok ya jangan jorok lah!!DAsar kamuh!!huhuhu..

  19. @wong goblok…

    dasarrrr guooblokkk bwakakakakaka…

  20. mbak ulan.. ceritanya bagussssss… :p out of reach deh..

  21. uapik critone..
    lucu, sante, ga mbulet, ngalir..

    kayaknya aku musti blajar banyak dari cara u nulis..

  22. duh kenapa musti sebut merk seh😀 lagian bukane si wory pake nya laurier

  23. untung bukan gw pacarnya….ampun dah

  24. “Lan.. kita putus yuk!”
    “Ha?? Kenapa?”
    “Aku lagi benci sama semua orang, titik!!”

    “Aaaaaarrrrggghhh.!!!”

    begitu sampai klimaks langsung selesai., BTL.
    uuuffhhhhh…lega.

  25. PMS: Putusin Mali Saja! Baiklah….


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: