Mantan

January 23, 2013 at 3:23 p | Posted in lucu | 1 Comment
Tags:

Kepada yang terhormat Mantan.

Kita pernah saling punya rasa, yang entah sama entah beda besarnya, yang pasti rasa itu membuat kita ingin selalu bersama. Saling merindu, saling menghargai dan saling menjaga.

Lalu masalah datang, kita dicoba, dihukum, dipisahkan.
Kita lalu menahan diri. Kembali pada diri sendiri masing-masing.
Kembali mempertanyakan, rasa yang dulu menggebu-gebu; “kemana perginya?”

Kemudian kita saling menyalahkan, saling menjauhkan dan saling ingin kemenangan. Kita perang.
Sebagaimana halnya perang, kita tak pernah bertujuan untuk memperbaiki. Rasa kita rusak. Kita retak. Lalu bertebaran.

Kita berhenti. Mencoba intropeksi. Mencari lagi rasa apa yang tersisa di hati. Ada rasa yang dulu, namun diliputi benci dan mawas diri. Genderang perang tidak berbunyi, namun perisai tetap pada posisi.
Kita telah rusak. Kita telah retak, dan tak bertautan.

Jika suatu hari hati kita terobati, mungkin kita akan duduk semeja lagi. Menikmati lelucuan yang kita buat sendiri. Menikmati kebodohan yang tak ingin kita gurui. Kita pernah sama sama berjuang, kita pernah sama sama lelah. Kita menyerah.

Karena rasa itu telah kita rusak. Kita retak. Dan berserakan.

1 Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Bisa bercerita se-apik ini pasti ada pengalaman pribadi yg berkecimpung dalam cerita diatasđŸ˜€ btw, tapi rasa tetap rasa, ndak bisa ditipu, apapun muatannya…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: