Merah

January 31, 2013 at 3:23 p | Posted in lucu | 2 Comments
Tags:

Kepada Perempuan Bersepatu satu

Hari sudah senja saat aku menulis surat ini, awan pun mendung memerah, aku bertanya, mengapa awan mendung berwarna hitam disaat siang, dan merah disaat malam. Mengapa Ia mewarnai demikian? Mengapa tidak ungu dan hijau pupus? Mengapa juga tidak merah jambu terang dan magenta?

Selain itu, aku juga bertanya, apa kau sudah makan? Makan apa kau hari ini? Piringnya kau cuci sendiri? Atau kau letakkan saja? Aku belum makan hari ini. Aku puasa, Buka sebentar lagi.

Aku puasa untuk mencari ridho, Ridho agar dapat jodoh.  Sebenarnya aku ingin kurus, supaya laki-laki mau menjadi jodohku. Supaya salah satu dari laki-laki, ridho menikahiku.

Ku kira umurku sudah mumpuni, aku juga pintar menenun. Aku tidak suka laki-laki di kampungku, selain mereka selalu bau, gigi mereka juga kuning kelabu. Aku ingin kau carikan aku seorang lelaki dari kota. Yang wajahnya seperti penyanyi “Cenat Cenut”. Kalau ada yang seperti mereka, suruhlah berkirim surat denganku.

Sampai di sini dulu, aku mau buka puasa. Sekarang aku sambil berdoa buka puasa. Oh iya, sepatumu sudah ketemu? Coba liat ke genteng, tupai membawanya kesana.

Jangan lupa jodohku.

2 Comments »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Suka iniii🙂 apik🙂 btw, cari jodoh?😀

  2. bhahaha cenat cenut, langsung di mention aja mba


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: