4 Kota 4 cinta

February 18, 2014 at 3:23 p | Posted in lucu | 12 Comments

Surabaya

Surabaya saya anggap sebagai kota saya. bukan tempat lahir, tapi tempat saya belajar dewasa. Orang tua saya memang berasal dari Jawa Timur, tapi seumur hidup saya, saya ke Jawa Timur untuk merantau. Tahun 1997 saya datang ke kota ini untuk melanjutkan kuliah. Sementara orang tua saya tinggal di Binjai. Sebuah kota kecil bersebelahan dengan Medan Sumatra Utara. Saya berada di Surabaya sekitar 12 tahun, kalau saya tidak salah hitung.

Surabaya kota yang relatif menyenangkan. Terutama orang-orangnya. Karakter Jawa Timur yang terkenal keras dibanding Jawa lainnya, mungkin mempengaruhi warga Surabaya untuk lebih terbuka. Bicara apa adanya, sedikit menyimpan dendam, dan masih  ada kesopanan pada sesama, dan yang tua.

Coba saja nilai bagaimana karakter warganya dari cara mereka berlalu lintas. Surabaya bahkan jadi daerah percontohan untuk masalah lalu lintas. Mulai dari sosialisasi Sabuk Pengaman, Helm, sampai  Kanallisasi. Kemacetan memang kerap terjadi, terutama pada jam-jam pergi dan pulang kerja, weekend panjang, apalagi malam tahun baru. Diluar itu, jalanan cukup bersahabat. Mencari jalan tidak terlalu sulit, karena tidak terlalu banyak jalan layang dan tidak terlalu susah memutar jika salah  jalan.

 

Medan

Lalu saya pindah ke kota ini. Kota yang seharusnya sudah familiar karena orang tua saya tinggal bersebelahan dengan Medan. tapi kenyataannya tidak. Saya merasa asing sekali di kota ini. yang saya lakukan di kota ini kalau keluar rumah, cuma ke tempat orang tua saya yang jaraknya sekitar 30 kilo, lalu sorenya kembali lagi. Itu saya lakukan seminggu 4 sampai 5 kali. Selain itu, saya tidak keluar rumah.

Yang menyeramkan dari kota ini buat saya adalah karakter warganya dan keadaan jalannya. Saya memang menilai karakter warga suatu kota dari lalu lintasnya. Jadi anda bantu saya menilai ini; Jalanan memang sempit, Volume mobil tidak sebanyak di surabaya, tapi sering sekali macet. bukan karena volume kendaraan, tapi karena mobil, angkot, sepeda motor yang berhenti, parkir, putar balik seenaknya. Lampu merah nyaris tidak ada gunanya. 

Anak muda yang ugal-ugalan mengendarai sepeda motor terpampang jelas di mana-mana. Helm cuma syarat menghindari polisi. knalpot sepeda motor bisingnya memalukan. dan kaca spion? menurut mereka cuma pecundang yang pakai kaca spion. Rambu-rambu cuma hiasan. Melawan arus di kota ini bukan cuma dilakukan pengendara sepeda motor, truk juga sering melawan arus, saya serius. Seorang ibu bilang ke saya “kalau berhasil nyetir di Medan, berhasil nyetri di mana aja” saya setuju untuk yang satu ini. cukup satu tahun saya di kota ini, dan berusaha tidak kembali meski dekat dengan orang tua.

 

Denpasar

Meski cuma dua tahun di kota ini, saya merasa akan kembali ke kota ini suatu hari nanti. saya suka kota ini karena keseimbangannya. Ada sisi gemerlap dari kota ini yang tidak pernah tidur. Ada juga sisi sepi. Ada hedonis, ada Agamis. Ada kecanggihan modern dan budaya yang terjaga. Ada Mall yang megah, ada Sungai, gunung, dan sawah. Apalagi pantainya yang ada di mana-mana. Ada tempat-tempat indah buatan manusia yang membuat saya menganga, ada keindahan alam buatan Tuhan yang buat saya tercengang. Sungguh keseimbangan yang susah saya cari di kota lain.

Selain itu hanya di kota ini saya mendapati “Nyepi”. Meski saya tidak merayakan hari raya Nyepi, saya lebih suka berada di Kota ini. Masa-masa ini berharga sekali buat saya, karena di manapun saya berada nanti, saya tidak akan menemukan suasana sepi seperti ini. Sepi yang benar-benar sepi.

Untuk karakter warganya yang saya nilai melalui lalu lintasnya, memang tidak sebaik Surabaya, tapi pemakluman saya masih menoleransi kesalahan-kesalahan yang saya temukan di jalan. kota ini memenuhi semua prasyarat untuk saya tinggali. hingga saya berusaha untuk kembali.

 

Jakarta

 And now here i am.  Siapa yang tak kenal Jakarta. kota ini kota kelahiran saya, dan saya seperti anak yang durhaka pada ibunya. Saya selalu menghindari kota ini. Otak saya bergerak terlalu lambat, tubuh saya merespon lambat sementara kota ini bergerak terlalu cepat. kota ini memang menawarkan kesempatan-kesempatan yang tidak ditawarkan kota lain. fasilitas-fasilitas lengkap di sini.

Karakter penduduknya? hahaha…

 

12 Comments »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Setiap kota punya karakter masing-masing. Tapi kalau bicara kota kelahiran, rasane piye ngunu :))

  2. yup.. setiap kota punya kenangan masing-masing.. punya sisi menyenangkan dan sebaliknya…
    kunjungi jg blog ku ya.. di eruna88.blogspot.com

  3. Ke Malang mbak, akan kusajikan hidangan terhebat yang pernah ada disini..

  4. Medan … Spot on ! “kalau berhasil nyetir di Medan, berhasil nyetri di mana aja” hahhaha , memang gila itu kota , brutal , membabi-buta dan jelas gw tidak lulus nyetir di sana , alias terlalu lembut.

    So , tidak heran memang mengapa di Jakarta ini para pahlawan kendaraan garis – garis hijau putih dikuasai makhluk-makhluk jebolan akademi nyetir ala setan dari Medan haha

    Bagaimanapun juga kota itu memang punya ceritanya sendiri , ciri-nya sendiri dan bagi gw, kota itu salah satu kota dengan kuliner yang paling yahud di Indonesia.

  5. Bali sama Nganjuk lebih sepi nganjuk kok mbak. Kalau mau lari dari keramaian, ke Nganjuk aja. Hahahaha..

    Di Bali limang wulan aku betah kok. Cuman kudu mbalik Nganjuk mengikuti naluri mbok mbokenku hahaha..

    Saking sepinya, kadang aku kepingin meramaikan diri dengan pergi ke Kediri. Kalau masih kesepian juga, ya ke surabaya, ke mall. Menikmati wahana gratis bernama eskalator.

  6. unik..

  7. saya juga ndak suka jakarta… hahahahaahhaa

  8. ke pondoklabu jaksel mbak… kotane sih bersahabat >>> yang punya blog ga bertanggung jawab comene ra dibales….

  9. Jogja nyaman walau sekarang ini sudah mulai sering macet.

  10. kota kelahiran tetap jdi yg paling dirindukan😥

  11. Selamat Pagi sahabat blogger … kunjungan pagi sambil nyari backlink nih ..trims admin

  12. salam dari Semarang woles aje😄


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: