Hotel Ini Belum Lunas

Aku duduk diam di depanmu. Hatiku remuk bagai serpihan gragal.
Dan kau satu-satunya yang ingin kupeluk, meski tak mungkin.
Aku memeluk kakiku yang terlipat. Memeluknya erat.
Aku menangis terisak-isak di depanmu. Kau hanya diam.

Aku menyandarkan tubuhku padamu. Kau diam tak bergeming. Tangisku semakin menjadi. Aku memukulmu sekuat tenagaku. Sekeras yang aku mampu. Aku membencimu! Aku membencimu!

Ada bekas pukulan-pukulanku pada tubuhmu. Tapi hatiku jauh lebih hancur dari pukulanku pada tubuhmu.
Kau membuka diri, menawarkan aku sederet minuman beralkohol berbotol kecil.  Aku memandangmu lamat-lamat.
Aku ragu menerima. Kau tak memaksa. Tapi kuraih kasar dari genggammu. Kubuka satu demi satu, kucampur dalam gelas bening dari wastafel hotel tempat kita.

“Hotel ini belum lunas” ujarku.
Kau diam tak bicara. Aku melihat campuran 3 botol kecil minuman beralkohol. Aku mengaduknya pelan dengan jari telunjukku. Kujilat pahitnya, lalu kubiarkan jariku menyentuhmu.
“Rasakan pahitnya, rasakan pahit hatiku” gumamku.

Tak satupun kata terucap darimu. Kau dingin. Tak seperti biasanya, kau menyejukkan. Kali ini kau beku. Aku berulang ulang memohon perhatianmu. Tapi kau hanya diam. Kutegak habis semua yang tercampur dalam gelas bening.

“Kepalaku pusing..” kau diam
“Kepalaku pusing!” Kau tak peduli
“KEPALAKU PUSING!!!” kulempar gelas ke tubuhmu. Pecah berserakan di lantai. Kupandangi kau yang tetap diam dan dingin.
Kupungut satu pecahan kaca yang paling besar. Kudekatkan pada nadi.
Sekali lagi kupandangi kau dengan air mata. Kau tak bergeming.

Kuiris satu nadiku. Darah mengalir keluar darinya.
“Aku lemas… peluk aku…”
Aku memelukmu erat.
“Terima kasih minumannya, dan hotel ini belum lunas” ujarku sebagai kata-kata perpisahan kita.
Dan kau tetap diam.

Berita : ditemukan seorang mayat perempuan dengan sayatan pada tangannya. Diduga melakukan bunuh diri. Mayat ditemukan di sebuah hotel dan sedang memeluk mini bar.

2 Comments »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Sedih. Sedih saja…

  2. mbak… -_-


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: