Sesampah

July 30, 2013 at 3:23 p | Posted in lucu | 9 Comments

Selama bulan puasa, sehabis subuh saya sering jalan-jalan ke pantai bersama teman hewan saya. Pantai yang sering saya kunjungi, dinamai Sindhu. Letaknya bersebelahan dengan pantai Sanur. Pantai tempat menikmati matahari terbit.

Setiap pagi, saya mengamati di sepanjang bibir pantai akan ada orang-orang petugas kebersihan berseragam hijau yang sedang membersihkan bibir pantai. Sampah-sampah digaruk oleh satu orang, menjadi tumpukan-tumpukan kecil. Lalu seorang lainnya menggali pasir menggunakan cangkul, dan mengubur sampah-sampah organik. Sementara orang lainnya mengumpulkan sampah plastik dalam karung, dan membawanya ke truck yang menunggu di pintu masuk.

Sepulang dari pantai, di perjalanan, saya juga bertemu dengan petugas kebersihan lain yang juga berseragam, sedang membersihkan selokan-selokan besar. Mereka menggunakan arit yang diikat pada bambu panjang, dan garukan. Sampah yang susah terburai akan di cacah menjadi kecil.

Kita semua tau, ketidakpuasan kita pada pemerintah, dikarenakan mereka lebih mengutamakan kepentingan pribadi dan golongan ketimbang kepentingan rakyat banyak. Tapi dari sisi kecil ini, saya melihat, kita masyarakat lah yang egois.

Pantai itu dibersihkan setiap pagi, begitu juga selokan besar itu. Tapi sampah tidak pernah berkurang dari hari ke hari. Pada sore hari, sampah di pantai jadi banyak sekali. Menurut anda, siapa yang membuat sampah itu kembali banyak? Pemerintah kah? Menurut saya, bisa jadi. Karena kurangnya fasilitas tempat sampah.

Bukankah saya harus membela rakyat kecil? Jadi walaupun saya tau, pengunjung yang datang, yang saya yakin sebagian besar bukan pemerintah, yang membuang sampah sembarangan, Saya akan tetap membela mereka. Walau mereka bertindak bodoh. Begitulah.

Perihal yang sama juga terjadi dengan selokan itu. Ada penyedia jasa pengangkat sampah, yang setiap, dua atau tiga hari sekali akan datang mengangkat sampah anda di rumah. Anda tinggal mengumpulkannya, masukkan dalam kantong plastik atau kardus, lalu mereka akan mengambil sampah tersebut. Tidak perduli anda memisahkan sampah basah dan kering, tajam atau tidak, berbahan kimia atau tidak, mereka akan tetap mengangkutnya. Sebagai imbalan, untuk daerah dekat selokan itu, anda harus membayar 35.000 per bulan. Yg artinya sehari tidak sampai 1200 rupiah.

Tapi kenyataannya tidak seperti itu. Banyak yang memilih membuang sampah itu di mana saja. Yang di pantai seenaknya meninggalkan sampah mereka. Yang di rumah, memilih membuang sampah ke selokan daripada membayar bulanan.

Ironisnya, setiap banjir datang, kita juga mencari kambing hitam. Pemerintah dulunya juga rakyat, bukan? Lalu datang dari mana sifat egois mereka?

Satu Langkah Saja

June 13, 2013 at 3:23 p | Posted in lucu | 8 Comments

Ada hal-hal besar di semesta ini yang tak mampu tangan kita sentuh.
Ada hal-hal besar di dunia ini yang telah rusak, yang tak mampu kita perbaiki.
Ada tangan-tangan yang lebih besar bahkan dari seluruh tubuh kita, yang telah merusak bumi kita.

Kita takut
Kita kecil
Kita lemah
Kita tiada daya
Kita terjungkal dengan satu sentil

Aku punya mimpi, beribu tawon datang menyengat tanganku.
Biar sakitnya tak terperi.
Asalkan tanganku lebih besar lagi.
Agar bisa kujungkal mesin-mesin
Agar berhenti memperkosa ibu.

Ketika ku bangun, aku menangis.
Tanganku tetap kecil, dan ibu masih dikejami.
Luka ibu menganga terkoyak tangan raksasa.

Tangan kecilku menjahit sulam demi sulam kecil.
Menutup luka ibu yang telah menganga maha besar.
Mungkin jika ku telah tua dan siap tiada, luka itu pun akan tetap maha.
Tak apa, setidaknya tanganku meringankan sedikit saja.

Adakah Kita

May 15, 2013 at 3:23 p | Posted in lucu | 4 Comments

Mau kah kau terima cintaku?
Tapi, ini hanya cinta yang biasa saja.
Ini mungkin tidak sesuai dengan cinta yang kau bayangkan.
Mungkin tidak membawamu terbang melayang.

Maukah kau menjadi kekasihku?
Tapi, ada kemungkinan suatu hari nanti aku akan bosan denganmu.
Ada juga kemungkinan aku tertarik dengan orang lain.
Ada juga kemungkinan aku tidak setia.
Ada lagi kemungkinan aku tidak terus menarik.

Maukah kau menggandeng tanganku?
Walau ditengah jalan ada kemungkinan aku melepasnya?
Atau aku lelah dan ingin berhenti saja.
Atau aku ingin menggandeng tangan yang lain.

Mau kah kau mendampingiku?
Meski semua kemungkinan buruk akan terjadi?
Meski cintaku tak selalu tanpa alasan?
Meski aku tak menjanjikan kau bahagia?

Maukah kau jika aku hanya aku?

Sepak Bola

May 12, 2013 at 3:23 p | Posted in lucu | 4 Comments

Suatu hari saya mendengar seorang pemuka agama mengatakan “apapun yang lebih banyak menimbulkan kerusakan daripada manfaat, maka haram hukumnya.”
Kalau hal ini terjadi pada sepak bola bagaimana?
Anda rela?

Maria

April 22, 2013 at 3:23 p | Posted in lucu | 7 Comments

Akulah perempuan suci dan terhina
Akulah perawan beranak lelaki
Aku dihina dan dipuja
Aku di fitnah dan dipercaya
Akulah bunda dan anak perempuan
Akulah anggun dan darah pada ujung pedang.
Aku menabur cinta kasih tak urung menuai benci.
Akulah perempuan dibalik anak lelaki yang tak pernah terlupa.

Taman Kecil di Depan Rumah

April 22, 2013 at 3:23 p | Posted in lucu | 9 Comments

Saya punya taman kecil di belakang dan di depan rumah.
Jika anda melihatnya sekarang, anda akan berkata “taman? Mana? Semak belukar begini.”
Iya. Taman itu seharusnya indah. Tapi taman di depan rumah saya tidak pernah indah.

Setelah direnungkan sebentar, saya sadar. Taman dan rumah saya adalah gambaran jelas diri saya.
Rumah saya hampir selalu bersih, hampir selalu harum, dan hampir tidak berdebu.
Tapi jauh berbeda dengan taman di depan rumah saya. Begitu tak terurus, begitu tinggi rumputnya, dan begitu tidak jelas bentuk tumbuhannya.

Saya pun sepertinya begitu. Saya sibuk memperbaiki hati, memperbaiki otak, memperbaiki sikap, memperbaiki sifat.
Tapi saya malas membenahi tampilan luar saya. Kemasan saya serampangan, tidak terurus dan tidak jelas bentuknya.

Jelas ini tidak baik. Keduanya seharusnya selaras.
Jika di dalam bersih, seharusnya di luar juga terawat.
Perjalanan masih panjang (mungkin).
Membenahi diri tidak selayaknya satu bagian saja.
Saya harap masih sempat untuk memperbaiki taman kecil di depan rumah saya.

Pak Pos

February 13, 2013 at 3:23 p | Posted in lucu | 7 Comments
Tags:

Dear Kak Iko

Kak iko yang baik, ganteng, rajin menabung, dan membantu ibu membersihkan tempat tidurmu. Iyalah “mu” kalo “tempat tidurku” ntar ibuku yang marah.

Kak Iko sehat kan? Abis keliling keliling 30 hari nganter surat cinta. Pasti capek, pasti kepanasan ya? Pasti jadi item ya? Pasti haus ya? Pasti aku lebay ya?

Besok besok jadi pak pos lagi ya kak.

Om Pos

February 12, 2013 at 3:23 p | Posted in lucu | 2 Comments
Tags:

Kepada Om Pos

Hai om pos yang baik baik, om Gembrit terima kasih dengan komitmennya untuk mengantar surat cinta setiap hari. Hari ini terakhir ya mas, yang sabar ya le… #dipentung

Makasih juga buat Pos Cinta Blogspot yang juga dengan sabar mengupload satu satu tulisan, dipilih pelan pelan. Sebuah kebanggaan tak terkira bisa berkarya dan diperhatikan hasilnya.

Makasih banget buat Axis GSM yang baik udah kasih pulsa seratus rebu, dua kali. Bulan ini mendadak kaya pulsa, padahal biasanya sampe koret-koret.

Makasih buat om Zulhaq yang terus menyemangati untuk terus ikut sampai hari ke 30. Blogku jadi update lagi setiap hari padahal biasanya ga bakal sebulan sekali. Ciyan blogku.

Semoga kita ketemu semua di gathering ya, ngarep, soalnya belom pernah kopdar sebelumnya, hihihi.

Sampe ketemu semua muach.

Balami

February 11, 2013 at 3:23 p | Posted in lucu | 4 Comments
Tags:

Dear Balami

Balami, maafkan aku, karena baru ini menulis surat kepadamu, inipun aku membawa kabar buruk bagimu.
Adik kandungmu, Bima, masuk puskesmas pagi ini karena tertabrak motor yang lari. Bima terlempar dan tangannya retak.

Umi memintamu pulang, ia tak sanggup merawat adikmu sendiri katanya, ia ingin kau tinggal saja di kampung, dan tidak usah kerja lagi. Masalah makan sehari hari, umi bilang kalau kau akan ia beri ladang untuk kau kelola. Kalau kau tidak mau, umi akan bicara pada pak Win, supaya kau boleh bekerja di ladang tehnya.

Aku tahu, Balami, pekerjaanmu di kota bergaji besar dan berpangkat tinggi, tapi ingatlah umi dan adikmu lebih membutuhkanmu. Tinggalkan saja pekerjaanmu dan berkumpul bersama keluarga. Tak perlu uang banyak, yang penting kebersamaan. Semoga kau mengerti.

Tetangga kampungmu.

(Red. Tiba-tiba mules)

Lancur

February 10, 2013 at 3:23 p | Posted in lucu | 2 Comments
Tags:

Kepada Perempuan lancur.

Pada perempuan lacur yang lidahnya menjulur.
Mukamu seram, seseram masa lalu sehidupmu yang kelam.
Dianiaya, dijual, diguna, diisi lalu dikhianati sampai mati.
Kau mati setelah dicaci maki.

Pada perempuan lacur yang terlanjur.
Ragamu mati, hatimu masih mencari.
Kau mencari-cari pelaku, siapa mereka yang telah menodai, menggagahi dan menjual diri lalu meninggalkanmu sendiri.
Mereka tak tahu diri.
Kau tak tahu berbuat apa lagi.

Pada perempuan yang terlanjur bangkit dari kubur.
Membangkitkan tubuh yang bau membusuk, demi dendam yang belum terbayar.
Lunglai, terjuntai, dan sebahagian terburai.
Sehidupmu tak mampu, normamu tak memberkati.
Kau memilih mati dan bangkit lagi demi hati yang belum puas terobati.

Pada perempuan berbau busuk yang terduduk terpekur.
Kembalilah pada liang,
Tumpaskan dendammu dengan doa dan mantra syukur.

« Previous PageNext Page »

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.