Pak Pos

February 13, 2013 at 3:23 p | Posted in lucu | 7 Comments
Tags:

Dear Kak Iko

Kak iko yang baik, ganteng, rajin menabung, dan membantu ibu membersihkan tempat tidurmu. Iyalah “mu” kalo “tempat tidurku” ntar ibuku yang marah.

Kak Iko sehat kan? Abis keliling keliling 30 hari nganter surat cinta. Pasti capek, pasti kepanasan ya? Pasti jadi item ya? Pasti haus ya? Pasti aku lebay ya?

Besok besok jadi pak pos lagi ya kak.

Om Pos

February 12, 2013 at 3:23 p | Posted in lucu | 2 Comments
Tags:

Kepada Om Pos

Hai om pos yang baik baik, om Gembrit terima kasih dengan komitmennya untuk mengantar surat cinta setiap hari. Hari ini terakhir ya mas, yang sabar ya le… #dipentung

Makasih juga buat Pos Cinta Blogspot yang juga dengan sabar mengupload satu satu tulisan, dipilih pelan pelan. Sebuah kebanggaan tak terkira bisa berkarya dan diperhatikan hasilnya.

Makasih banget buat Axis GSM yang baik udah kasih pulsa seratus rebu, dua kali. Bulan ini mendadak kaya pulsa, padahal biasanya sampe koret-koret.

Makasih buat om Zulhaq yang terus menyemangati untuk terus ikut sampai hari ke 30. Blogku jadi update lagi setiap hari padahal biasanya ga bakal sebulan sekali. Ciyan blogku.

Semoga kita ketemu semua di gathering ya, ngarep, soalnya belom pernah kopdar sebelumnya, hihihi.

Sampe ketemu semua muach.

Balami

February 11, 2013 at 3:23 p | Posted in lucu | 4 Comments
Tags:

Dear Balami

Balami, maafkan aku, karena baru ini menulis surat kepadamu, inipun aku membawa kabar buruk bagimu.
Adik kandungmu, Bima, masuk puskesmas pagi ini karena tertabrak motor yang lari. Bima terlempar dan tangannya retak.

Umi memintamu pulang, ia tak sanggup merawat adikmu sendiri katanya, ia ingin kau tinggal saja di kampung, dan tidak usah kerja lagi. Masalah makan sehari hari, umi bilang kalau kau akan ia beri ladang untuk kau kelola. Kalau kau tidak mau, umi akan bicara pada pak Win, supaya kau boleh bekerja di ladang tehnya.

Aku tahu, Balami, pekerjaanmu di kota bergaji besar dan berpangkat tinggi, tapi ingatlah umi dan adikmu lebih membutuhkanmu. Tinggalkan saja pekerjaanmu dan berkumpul bersama keluarga. Tak perlu uang banyak, yang penting kebersamaan. Semoga kau mengerti.

Tetangga kampungmu.

(Red. Tiba-tiba mules)

Lancur

February 10, 2013 at 3:23 p | Posted in lucu | 2 Comments
Tags:

Kepada Perempuan lancur.

Pada perempuan lacur yang lidahnya menjulur.
Mukamu seram, seseram masa lalu sehidupmu yang kelam.
Dianiaya, dijual, diguna, diisi lalu dikhianati sampai mati.
Kau mati setelah dicaci maki.

Pada perempuan lacur yang terlanjur.
Ragamu mati, hatimu masih mencari.
Kau mencari-cari pelaku, siapa mereka yang telah menodai, menggagahi dan menjual diri lalu meninggalkanmu sendiri.
Mereka tak tahu diri.
Kau tak tahu berbuat apa lagi.

Pada perempuan yang terlanjur bangkit dari kubur.
Membangkitkan tubuh yang bau membusuk, demi dendam yang belum terbayar.
Lunglai, terjuntai, dan sebahagian terburai.
Sehidupmu tak mampu, normamu tak memberkati.
Kau memilih mati dan bangkit lagi demi hati yang belum puas terobati.

Pada perempuan berbau busuk yang terduduk terpekur.
Kembalilah pada liang,
Tumpaskan dendammu dengan doa dan mantra syukur.

Dunia

February 9, 2013 at 3:23 p | Posted in lucu | 1 Comment
Tags:

Dear Dunia

Kau muak dengan kami, manusia? Kami merusuhi setiap incimu. Kami mengangkangimu dengan kesombongan, meninggalkanmu dengan ketidak perdulian. Mengakumu, memakaimu, lalu menggerutu.

Kamu muak dengan kelakuan kami, Manusia? Akupun muak dengan mereka yang memakai otaknya untuk merusakmu. Akupun muak dengan mereka yang mengaturmu demi kepentingan sendiri.

Dunia, kau muak dengan kami, manusia? Berkali kali kami tak tau diri, memanfaatkanmu, lalu mengingatmu hanya sesenggang waktu. Pun hanya mengingat.

Dunia, itu aku. Aku pun muak dengan manusia seperti aku. Mulutku berkoar-koar, padahal otakku lebih tumpul dari dengkul. Hanya mampu menghujat apa yang manusia lain lakukan padamu. Hanya menghujat. Ya, hanya menghujat. Tanpa melakukan apapun.

Akupun muak.

Madam Keadilan

February 6, 2013 at 3:23 p | Posted in lucu | 1 Comment
Tags:

Selamat Malam Madam

Malam ini indah bukan? Ah, maaf kita belum berkenalan. Aku tidak punya nama, tapi kau bisa memanggilku V. Sebenarnya aku sudah lama menjadi penggemarmu, bahkan semenjak aku kecil. Aku bertanya tentangmu pada ayahku. Aku menyukaimu karena kau hening dan dingin.

Tapi tolong Madam, jangan berfikir ketertarikanku hanya sebatas fisik, aku tau ku bukan gadis semacam itu. Sayangnya itu dulu, Madam. Sekarang aku punya wanita lain, perempuan jalang dengan ide yang tak terbeli.

Aku tidak menyukaimu lagi karena kau terlebih dahulu menyukai pria berseragam. Kau pasti terkejut karena aku tahu semua kebusukanmu.Aku pun telah berpaling darimu. Namanya Anarki, dia lebih banyak mengajariku dari pada kau, Madam. Dia mengajariku bahwa keadilan tidak ada artinya tanpa kebebasan.

Jadi selamat tinggal, madam. Aku letakkan hadiah 30 detik akhir hidupmu dibawah kakimu. Aku kembali pada Anarkiku tersayang.

– Vendetta –

Kamu

February 4, 2013 at 3:23 p | Posted in lucu | 2 Comments
Tags:

Dear Kamu.

Kau seperti hyena, binatang paling oportunis.
Kamu menikmati cintaku, menggunakan tubuhku, menyakiti hatiku, lalu kembali mengambil bunga cintamu.

Kau seperti hyena yang berkubang dengan muntahan kata katamu sediri. Kau muak memegang janji, yang tak akan kau tepati, lalu kau enyahkan begitu saja. Begitupun, kau masih mengambil keuntungan dari kehangatan sisa muntahanmu.

Kau seperti hyena yang memakan kotoran hewan lain. Apa yang tak kau makan, segala yang bisa kau kunyah, tak akan kau kewatkan. Begitupun temanmu sesama hyena, kalian bahkan saling memakan.

Kau seperti hyena, dan aku belum lagi membusuk.

Next Door

February 3, 2013 at 3:23 p | Posted in lucu | 5 Comments
Tags:

Hai perempuan kamar sebelah.

Saya tinggal di kamar 404, kita sering berpapasan di lorong. Saya suka gaun putih keabu-abuan yang biasa setiap pagi kau pakai, itu seragam kan? Saya juga suka lelaki yang biasa keluar dari kamarmu setiap subuh. Terlihat matang dan berwibawa.

Aku sering sengaja membuka pintu dan merokok di tengahnya, pada jam-jam ia akan keluar dari kamarmu. Aku tahu kebiasaannya mencium keningmu sebelum ia meninggalkanmu, dan kembali lagi 2 malam berikutnya.

Dia tampan ya, wajahnya sabar sekali. Sudah berapa cucunya? Apa ada yang seumur denganmu? Atau bahkan ada yang seumur denganku? Kalau kau mulai tidak suka dengannya, kau tahu nomer kamarku, suruh saja dia ketuk. Aku akan ada selalu.

Atau kita bisa sesekali saling bertukar pengalaman, kalau kau punya waktu luang, mampirlah ke kamarku, ketuk saja. Aku akan sediakan teh English Breakfast. Kalau kau tak suka, aku punya kopi Toraja. Kalau kau tidak suka juga, aku punya Red Label tersisa setengah. Kalau air mineral, sebaiknya kau bawa sendiri, akupun kekurangan itu.

Semoga kau tidak keberatan dengan tawaranku.

– Perempuan Kamar Sebelah –

Pohon

January 31, 2013 at 3:23 p | Posted in lucu | 1 Comment
Tags:

Kepada Pohon Tua di Seberang Jalan.

Aku teringat pada kucing kecil yang mengagumimu dari kejauhan, karena tak kau ijinkan mendekat. Ia kadang dekat dengan akarmu, kadang dengan juntaimu. Kadang kau ijinkan bermain di dahanmu, tapi tak juga kunjung kau peluk.

Kau pohon yang baik, meski kau tak menginginkannya, kau tetap saja melindunginya dari sinar matahari dan rintik hujan. Begitupun ia tetap lapar, ia tetap haus.

Ia sering pergi menjauh, sepertinya ia bosan akan acuhmu. Tapi ia tak pernah tak kembali pada dahanmu. Ia terlalu ingin pelukmu.

Ia pun kucing kecil yang manis. Tidak pernah mau dengan pohon yang lain, sayangnya iapun tak mau berbagi dahanmu dengan yang lain. Ia serakahimu. Burungpun tak ia ijinkan hinggap.

Sayangnya kucing kecil memang tak pernah dijodohkan dengan pohon sepertimu. Kau milik jendelaku.

– Perempuan di Balik Jendela seberang Jalan –

Merah

January 31, 2013 at 3:23 p | Posted in lucu | 2 Comments
Tags:

Kepada Perempuan Bersepatu satu

Hari sudah senja saat aku menulis surat ini, awan pun mendung memerah, aku bertanya, mengapa awan mendung berwarna hitam disaat siang, dan merah disaat malam. Mengapa Ia mewarnai demikian? Mengapa tidak ungu dan hijau pupus? Mengapa juga tidak merah jambu terang dan magenta?

Selain itu, aku juga bertanya, apa kau sudah makan? Makan apa kau hari ini? Piringnya kau cuci sendiri? Atau kau letakkan saja? Aku belum makan hari ini. Aku puasa, Buka sebentar lagi.

Aku puasa untuk mencari ridho, Ridho agar dapat jodoh.  Sebenarnya aku ingin kurus, supaya laki-laki mau menjadi jodohku. Supaya salah satu dari laki-laki, ridho menikahiku.

Ku kira umurku sudah mumpuni, aku juga pintar menenun. Aku tidak suka laki-laki di kampungku, selain mereka selalu bau, gigi mereka juga kuning kelabu. Aku ingin kau carikan aku seorang lelaki dari kota. Yang wajahnya seperti penyanyi “Cenat Cenut”. Kalau ada yang seperti mereka, suruhlah berkirim surat denganku.

Sampai di sini dulu, aku mau buka puasa. Sekarang aku sambil berdoa buka puasa. Oh iya, sepatumu sudah ketemu? Coba liat ke genteng, tupai membawanya kesana.

Jangan lupa jodohku.

Next Page »

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.