May 15, 2013 at 3:23 p | Posted in lucu | 2 Comments
Mau kah kau terima cintaku?
Tapi, ini hanya cinta yang biasa saja.
Ini mungkin tidak sesuai dengan cinta yang kau bayangkan.
Mungkin tidak membawamu terbang melayang.
Maukah kau menjadi kekasihku?
Tapi, ada kemungkinan suatu hari nanti aku akan bosan denganmu.
Ada juga kemungkinan aku tertarik dengan orang lain.
Ada juga kemungkinan aku tidak setia.
Ada lagi kemungkinan aku tidak terus menarik.
Maukah kau menggandeng tanganku?
Walau ditengah jalan ada kemungkinan aku melepasnya?
Atau aku lelah dan ingin berhenti saja.
Atau aku ingin menggandeng tangan yang lain.
Mau kah kau mendampingiku?
Meski semua kemungkinan buruk akan terjadi?
Meski cintaku tak selalu tanpa alasan?
Meski aku tak menjanjikan kau bahagia?
Maukah kau jika aku hanya aku?
May 12, 2013 at 3:23 p | Posted in lucu | 2 Comments
Suatu hari saya mendengar seorang pemuka agama mengatakan “apapun yang lebih banyak menimbulkan kerusakan daripada manfaat, maka haram hukumnya.”
Kalau hal ini terjadi pada sepak bola bagaimana?
Anda rela?
April 22, 2013 at 3:23 p | Posted in lucu | 6 Comments
Akulah perempuan suci dan terhina
Akulah perawan beranak lelaki
Aku dihina dan dipuja
Aku di fitnah dan dipercaya
Akulah bunda dan anak perempuan
Akulah anggun dan darah pada ujung pedang.
Aku menabur cinta kasih tak urung menuai benci.
Akulah perempuan dibalik anak lelaki yang tak pernah terlupa.
April 22, 2013 at 3:23 p | Posted in lucu | 2 Comments
Saya punya taman kecil di belakang dan di depan rumah.
Jika anda melihatnya sekarang, anda akan berkata “taman? Mana? Semak belukar begini.”
Iya. Taman itu seharusnya indah. Tapi taman di depan rumah saya tidak pernah indah.
Setelah direnungkan sebentar, saya sadar. Taman dan rumah saya adalah gambaran jelas diri saya.
Rumah saya hampir selalu bersih, hampir selalu harum, dan hampir tidak berdebu.
Tapi jauh berbeda dengan taman di depan rumah saya. Begitu tak terurus, begitu tinggi rumputnya, dan begitu tidak jelas bentuk tumbuhannya.
Saya pun sepertinya begitu. Saya sibuk memperbaiki hati, memperbaiki otak, memperbaiki sikap, memperbaiki sifat.
Tapi saya malas membenahi tampilan luar saya. Kemasan saya serampangan, tidak terurus dan tidak jelas bentuknya.
Jelas ini tidak baik. Keduanya seharusnya selaras.
Jika di dalam bersih, seharusnya di luar juga terawat.
Perjalanan masih panjang (mungkin).
Membenahi diri tidak selayaknya satu bagian saja.
Saya harap masih sempat untuk memperbaiki taman kecil di depan rumah saya.
February 13, 2013 at 3:23 p | Posted in lucu | 5 Comments
Tags: 30 hari menulis surat cinta
Dear Kak Iko
Kak iko yang baik, ganteng, rajin menabung, dan membantu ibu membersihkan tempat tidurmu. Iyalah “mu” kalo “tempat tidurku” ntar ibuku yang marah.
Kak Iko sehat kan? Abis keliling keliling 30 hari nganter surat cinta. Pasti capek, pasti kepanasan ya? Pasti jadi item ya? Pasti haus ya? Pasti aku lebay ya?
Besok besok jadi pak pos lagi ya kak.
February 12, 2013 at 3:23 p | Posted in lucu | 2 Comments
Tags: 30 hari menulis surat cinta
Kepada Om Pos
Hai om pos yang baik baik, om Gembrit terima kasih dengan komitmennya untuk mengantar surat cinta setiap hari. Hari ini terakhir ya mas, yang sabar ya le… #dipentung
Makasih juga buat Pos Cinta Blogspot yang juga dengan sabar mengupload satu satu tulisan, dipilih pelan pelan. Sebuah kebanggaan tak terkira bisa berkarya dan diperhatikan hasilnya.
Makasih banget buat Axis GSM yang baik udah kasih pulsa seratus rebu, dua kali. Bulan ini mendadak kaya pulsa, padahal biasanya sampe koret-koret.
Makasih buat om Zulhaq yang terus menyemangati untuk terus ikut sampai hari ke 30. Blogku jadi update lagi setiap hari padahal biasanya ga bakal sebulan sekali. Ciyan blogku.
Semoga kita ketemu semua di gathering ya, ngarep, soalnya belom pernah kopdar sebelumnya, hihihi.
Sampe ketemu semua muach.
February 11, 2013 at 3:23 p | Posted in lucu | 3 Comments
Tags: 30 hari menulis surat cinta
Dear Balami
Balami, maafkan aku, karena baru ini menulis surat kepadamu, inipun aku membawa kabar buruk bagimu.
Adik kandungmu, Bima, masuk puskesmas pagi ini karena tertabrak motor yang lari. Bima terlempar dan tangannya retak.
Umi memintamu pulang, ia tak sanggup merawat adikmu sendiri katanya, ia ingin kau tinggal saja di kampung, dan tidak usah kerja lagi. Masalah makan sehari hari, umi bilang kalau kau akan ia beri ladang untuk kau kelola. Kalau kau tidak mau, umi akan bicara pada pak Win, supaya kau boleh bekerja di ladang tehnya.
Aku tahu, Balami, pekerjaanmu di kota bergaji besar dan berpangkat tinggi, tapi ingatlah umi dan adikmu lebih membutuhkanmu. Tinggalkan saja pekerjaanmu dan berkumpul bersama keluarga. Tak perlu uang banyak, yang penting kebersamaan. Semoga kau mengerti.
Tetangga kampungmu.
(Red. Tiba-tiba mules)
February 10, 2013 at 3:23 p | Posted in lucu | 2 Comments
Tags: 30 hari menulis surat cinta
Kepada Perempuan lancur.
Pada perempuan lacur yang lidahnya menjulur.
Mukamu seram, seseram masa lalu sehidupmu yang kelam.
Dianiaya, dijual, diguna, diisi lalu dikhianati sampai mati.
Kau mati setelah dicaci maki.
Pada perempuan lacur yang terlanjur.
Ragamu mati, hatimu masih mencari.
Kau mencari-cari pelaku, siapa mereka yang telah menodai, menggagahi dan menjual diri lalu meninggalkanmu sendiri.
Mereka tak tahu diri.
Kau tak tahu berbuat apa lagi.
Pada perempuan yang terlanjur bangkit dari kubur.
Membangkitkan tubuh yang bau membusuk, demi dendam yang belum terbayar.
Lunglai, terjuntai, dan sebahagian terburai.
Sehidupmu tak mampu, normamu tak memberkati.
Kau memilih mati dan bangkit lagi demi hati yang belum puas terobati.
Pada perempuan berbau busuk yang terduduk terpekur.
Kembalilah pada liang,
Tumpaskan dendammu dengan doa dan mantra syukur.
February 9, 2013 at 3:23 p | Posted in lucu | 1 Comment
Tags: 30 hari menulis surat cinta
Dear Dunia
Kau muak dengan kami, manusia? Kami merusuhi setiap incimu. Kami mengangkangimu dengan kesombongan, meninggalkanmu dengan ketidak perdulian. Mengakumu, memakaimu, lalu menggerutu.
Kamu muak dengan kelakuan kami, Manusia? Akupun muak dengan mereka yang memakai otaknya untuk merusakmu. Akupun muak dengan mereka yang mengaturmu demi kepentingan sendiri.
Dunia, kau muak dengan kami, manusia? Berkali kali kami tak tau diri, memanfaatkanmu, lalu mengingatmu hanya sesenggang waktu. Pun hanya mengingat.
Dunia, itu aku. Aku pun muak dengan manusia seperti aku. Mulutku berkoar-koar, padahal otakku lebih tumpul dari dengkul. Hanya mampu menghujat apa yang manusia lain lakukan padamu. Hanya menghujat. Ya, hanya menghujat. Tanpa melakukan apapun.
Akupun muak.
February 7, 2013 at 3:23 p | Posted in lucu | 1 Comment
Tags: 30 Hari Nulis Surat Cinta
Hai lelaki hebatku
Lelahkah kau seharian bekerja begitu giatnya?
Sampai tak terhitung waktu, tanpa melupakan aku?
Lelahkah kakimu berlari?
Lafal namamu masih kuingat, ku sebut saat haru.
Mengucapnya dengan mantra sekaligus doa.
Berharap kebaikan hatiNya untuk menjagamu.
Lalu memohon mengiba membawamu pulang hari ini.
Lalu memelukmu dan merengkuhmu.
Membantumu melepas lelahmu,
Membasuh peluhmu,
Mendengar ceritamu,
Dan berdoa bersama mu.
Terlelap dalam mimpi.
Sampai aku harus melepasmu lagi esok hari.
- perempuanmu -
Next Page »